24YUDYz8QT7MXoegj5Z8XjSLpHhOOVA2tBkG3wGE
Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama dan Tujuannya

Iklan Billboard 970x250

Hosting Unlimited Indonesia

Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama dan Tujuannya


Paragraf merupakan kumpulan dari beberapa kalimat yang terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas. Umumnya, paragraf selalu ada dalam tiap karya tulis. Hal ini disebabkan karena paragraf menjadi salah satu unsur terpenting dalam karya tulis seperti esai, novel, maupun cerita pendek.

Paragraf sendiri terbagi menjadi beberapa jenis. Mulai dari jenis paragraf berdasarkan tujuannya, berdasarkan letak kalimat utamanya, ataupun paragraf berdasarkan sifat isi paragrafnya tersebut.

Namun untuk kali ini, kita hanya akan membahas macam – macam paragraf berdasarkan letak kalimat utama dan tujuannya.

Macam-Macam Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama dan Tujuannya
Pixabay

Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utamanya


Jika dibedakan berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dapat dibedakan menjadi 4 jenis yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf naratif, dan paragraf campuran.

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif merupakan paragraf yang memiliki kalimat utamanya terdapat di awal paragraf. Umumnya, jenis paragraf ini menempatkan pokok permasalahan atau pikiran di kalimat awal dan kalimat selanjutnya merupakan penjelasan dari permasalahan tersebut.

Beberapa contoh paragraf deduktif, di antaranya :

  • Orang yang pendiam tidak boleh kita jauhi dan kucilkan. Sebab, tidak semua orang pendiam merupakan orang sombong, pecandu narkoba, atau seorang teroris yang seperti banyak orang pikirkan. Kebanyakan orang pendiam hanyalah orang yang tidak pandai bergaul dan tidak suka tempat yang ramai.
  • Bekerja di sebuah perusahaan rintisan memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah kalian bisa memiliki pengetahuan mengenai bagaimana cara membangun sebuah perusahaan dari awal. Selain itu, kalian juga bisa mengisi lebih dari satu posisi dan mengetahui lebih banyak hal baru.

2. Paragraf Induktif

Kebalikan dari paragraf deduktif, paragraf induktif merupakan jenis paragraf yang menempatkan kalimat utamanya pada bagian akhir paragraf. Umumnya, jenis paragraf ini memberi tahu penjelasan dari kalimat utama terlebih dahulu dan kemudian diakhiri dengan topik permasalahan utama.

Contoh paragraf induktif di antaranya :

  • Selain untuk menjadi bahan utama es buah, buah kelapa juga memiliki banyak manfaat lain. Mulai dari daunnya untuk bahan kerajinan tangan, kulitnya untuk bahan dasar tali, hingga pohonnya yang bisa menjadi bahan baku pembuatan rumah. Tak heran, buah kelapa disebut buah dengan sejuta manfaat.
  • Setiap sekolah, memiliki satu masalah yang sama yaitu banyaknya siswa yang bolos dan kabur dari jam pelajaran. Alasan dari bolos jam pelajaran ini pun sangat tidak penting, seperti ingin bermain atau terlalu malas untuk belajar. Oleh karena itu, pihak sekolah harus meningkatkan keamanan agar para siswa tidak dapat bolos tanpa alasan yang jelas.

3. Paragraf Naratif


Paragraf naratif merupakan jenis paragraf yang seluruh isinya merupakan kalimat utama. Sehingga tiap kalimat yang ada dalam paragraf sama pentingnya. Umumnya, jenis paragraf ini lebih sering ditemui dalam karangan fiksi atau cerita pendek.

Contoh paragraf naratif di antaranya :

  • Di tanggal 4 Juli 1927, presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, membuat Partai Nasional Indonesia dengan tujuan agar Indonesia bisa segera merdeka. Namun, Belanda memasukan beliau ke penjara Sukamiskin pada tanggal 29 Desember 1929. Ir. Soekarno dipenjara selama 2 tahun dan baru dibebaskan dari penjara para tanggal 31 Desember 1931.
  • Ratusan warga desa mengalami keracunan makanan. Kejadian ini terjadi setelah mereka menikmati makanan di sebuah hajatan salah satu warganya. Tidak ada korban jiwa pada musibah ini.

4. Paragraf Campuran


Jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya yang terakhir adalah paragraf campuran. Jenis paragraf ini merupakan gabungan dari paragraf induktif yang letak kalimat utamanya di akhir dan paragraf deduktif yang kalimat utamanya di awal. Umumnya, kalimat utama baik di awal dan di akhir paragraf memiliki arti yang sama dan dengan susunan kalimat yang sedikit berbeda.

Contoh paragraf campuran di antaranya: 

  • Ada banyak manfaat dari sayuran yang bisa kita dapatkan. Contohnya adalah dapat menjaga daya tahan tubuh kita tetap terjaga. Selain itu, kita juga dapat terhindari dari berbagai macam penyakit. Oleh karena itu, kita harus banyak mengkonsumsi sayuran untuk mendapatkan berbagai macam manfaatnya
  • Tanaman eceng gondok mungkin sering dianggap sebagai hama, namun eceng gondok juga memiliki banyak manfaat lain untuk manusia. Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama pembuatan kertas. Sehingga kita tidak perlu menebang banyak pohon dan merusak lingkungan. Ternyata dibalik dampak negatifnya, masih banyak manfaat eceng gondok yang bisa dimanfaatkan.

Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsi dan Tujuannya


Selain berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf juga bisa dibedakan berdasarkan fungsi dan tujuannya. Umumnya, jenis paragraf ini lebih mudah ditemui dalam karangan atau surat. Jenis paragraf berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf penutup.

1. Paragraf Pembuka


Sesuai dengan namanya, paragraf pembuka adalah paragraf yang ada di awal sebuah karangan atau karya tulis. Fungsi paragraf ini adalah untuk menyampaikan masalah utama dari isi karangan secara sekilas.

Beberapa contoh paragraf pembuka di antaranya :

  • Kota Bandung terkenal akan keindahan kotanya di malam hari. melihat gemerlap cahaya kota dari atas gunung, tentunya bukan pemandangan yang bisa kalian saksikan setiap saat. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa tempat strategis untuk menyaksikan keindahan Kota Bandung di malam hari.
  • Kelapa merupakan buah yang terkenal akan banyaknya manfaat yang bisa kita rasakan. Mulai dari untuk dikonsumsi, hingga untuk digunakan sebagai perabotan rumah. Untuk lebih jelasnya, kita akan membahas apa saja manfaat yang bisa kita rasakan dari buah kelapa.

2. Paragraf Penghubung


Berikutnya ada paragraf penghubung atau yang biasa disebut dengan paragraf pengembang. Paragraf ini berisi topik permasalahan utama yang ingin dibahas dan penghubung dari paragraf pembuka dengan paragraf penutup.

Contoh paragraf penghubung di antaranya: 

  • Di dalam air kelapa, terdapat banyak kandungan mineral yang baik untuk tubuh kita. Mulai dari kalium, magnesium, dan juga potassium. Semua kandungan ini sangat berguna dalam menjaga kesehatan tubuh terutama pada organ tulang manusia. Dengan rutin mengkonsumsi air kelapa, kita juga bisa mengembalikan cairan tubuh yang hilang setelah seharian beraktivitas.
  • Banjir yang menggenang desa di Jakarta disebabkan karena kurangnya resapan air yang ada. Kebanyakan daerah resapan air, telah diubah oleh orang – orang tidak bertanggung jawab menjadi bangunan beton.


3. Paragraf Penutup


Paragraf penutup adalah paragraf akhir yang menjadi kesimpulan sekaligus penutup dari semua permasalahan. Sesuai dengan namanya, jenis paragraf ini berada di akhir karangan atau tulisan.

Beberapa contoh paragraf penutup di antaranya :

  • Seperti itulah beberapa cara mengatasi banjir yang terus terjadi di Jakarta. Tanpa usaha yang tepat, bencana alam ini akan terus terulang setiap tahunnya.
  • Demikianlah tata cara yang tepat untuk meminum obat batuk. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan dosis obat dan cara penggunaan agar obat batuk tidak menyebabkan overdosis..



Author:








Baca Juga
SHARE
Rini Novita Sari
Sharing is caring. Tell me your story and i will tell mine! Celoteh Dini Hari is a site for sharing about lifestyle, tips and tricks, travelling, entertainment, career and bussines etc

Related Posts

Subscribe to get free updates

2 komentar

Posting Komentar

Iklan Tengah Post