24YUDYz8QT7MXoegj5Z8XjSLpHhOOVA2tBkG3wGE
Cara Menghadapi dan Mengatasi Plagiat Konten di Blog (Darurat Blogger Mental Maling)

Iklan Billboard 970x250

Hosting Unlimited Indonesia

Cara Menghadapi dan Mengatasi Plagiat Konten di Blog (Darurat Blogger Mental Maling)


Cara Menghadapi dan Mengatasi Plagiat Konten – Sebenernya aku gak kompeten-kompeten banget untuk membahas tentang plagiarism karena aku sadar kalau membahas plagiarism ini cukup luas konteks yang basa dibahas.

Tapi disini aku cuma mau cerita dan share salah satu pengalaman yang paling nggak menyenangkan selama aku nge blog dan nulis artikel. Apa itu? Yap, konten artikelku dicuri atau diplagiat tanpa mencantumkan sumber. 


Sebentar-sebentar? Disertai Sumber?

Jangan salah kaprah, mencantumkan sumber ini buatku juga nggak harusnya diperbolehkan apabila konten yang dijiplak atau dicopy adalah keseluruhan bagian dari konten atau artikel tersebut. 

Kecuali kalau kamu hanya mengambil sebagian kecil dari artikel atau konten tersebut, maka kamu wajib mencantumkan sumber.


Cara Menghadapi dan Mengatasi Plagiat Konten di Blog


Pengalaman Mendapati Konten Pribadi Di Plagiat Oleh Blogger Lain

Kalau ditanya gimana cara biar tau konten kita di plagiat atau dicuri apa enggak, jujur aku jawab nggak tahu.

Pengalaman dua kali mendapati konten atau artikelku di plagiat atau dicuri juga semuanya dengan cara manual atau tahu gitu aja dari info temen-temen blogger lain. Let me tell that’s story. Semoga pengalamanku bisa jadi pembelajaran buat kita semua ya. 

1.  Info dari teman blogger lain

Aku lumayan intens berkunjung dan komunikasi dengan temen-temen blogger lain dari grup facebook blogger Indonesia dan berlanjut di grup whatsapp. Salah satu temenku mas Jalil yang biasa saling diskusi masalah blog suatu hari ngasih info kalau dia lihat artikel di blog lain yang isinya mirip dengan yang aku pernah post. Dan nggak hanya 1 postingan. 

Dia pun memberikan link artikel tersebut. Dan betapa kagetnya aku ketika diberitahu bahwa plagiarism yang dilakukan oleh blogger maling ini bukan copy paste biasa melainkan AGC. AGC ini Auto Generate Content. Kagetnya karena entah seluruh atau puluhan postingan di blog ku diposting ulang ke blog si maling ini.

Dan gilanya, tanpa edit sama sekali. Biasanya kan aku nulis nama, email serta username Instagramku di tiap akhir postingan, nah ini juga ikutan ke copy dong sama si malingnya. Bener-bener tanpa editing sama sekali. Wah udah pasti AGC bukan ctrl c +ctrl v lagi.


2. Blogger maling yang ngeshare postingan hasil copy paste di grup whatsapp blogger

Ini konyol sih. Hari itu pulang kerja, pas dimobil antar jemput kantor baru sempet buka grup wa yang jumlah chatnya udah 400an.

Biasanya kalau udah banyak gini pasti aku skip, eh gatau kenapa pas waktu itu pengen baca apa sih yang diobrolin sama temen-temen blogger.

Nah, aku lihatlah seorang blogger yang share artikel di grup. Tapi judulnya mirip dengan artikel yang pernah aku buat untuk sebuah job dari pihak luar.

Awal pertama masih mikir, “oh mungkin mirip aja”, eh pas aku buka, “loh loh loh kok bahasa penulisannya kayak nggak asing”

Dan benar dong, pas aku buka artikelku ternyata persis. Hmmm.. Bener-bener lemes berasa di khianatin temen sesama blogger bahkan yang satu grup.

Kenapa Konten Atau Artikel Kita Dicuri?

Menurutku sendiri ada beberapa alasan kenapa konten kita bisa dicuri oleh orang lain, diantaranya adalah:

1. Kualitas Konten

Mencoba berpikir positif, mungkin mereka yang mencuri konten kita menganggap bahwa konten atau artikel yang kita buat mempunyai kualitas yang baik sehingga mereka ingin mencuri dan mempostingnya di website atau blog mereka. Meski begitu ya tetep aja alasan ini nggak bisa dibenarkan. Namanya nyuri ya tetap nyuri guys.

2. Pengamanan Di Blog Kita Yang Kurang

Sejak ikut grup Facebook Blogger Indonesia sebenarnya aku sudah sering melihat postingan beberapa orang yang share atau cerita ketika konten atau artikel di blog mereka dicuri oleh blog atau website lain. 

Karena aku masih terlalu cupu, ya aku nggak mikir itu adalah sesuatu yang penting. Lagian pikirku juga konten yang ada di blogku kan semua bersifat pribadi, bahkan bahasanya pun terlalu santai sehingga sebenarnya kurang cocok untuk di curi dan di posting ulang oleh orang lain.

Dan sering baca juga kalau para blogger senior menyarankan untuk memasang anti copas di blog kita. Script anti copas ini yang dimaksud sebagai pengaman. Dan itu memang belum aku lakuin. Ya balik lagi ke point bahwa awalnya aku merasa hal ini belum penting dan belum perlu aku lakuin. Setelah kecolongan gini deh baru nyesel. 


Baca Juga : Cara Mencegah dan Mengatasi Jingling Blog atau Auto Visitor


Kerugian Jika Blog Kita Di AGC atau diplagiat oleh Blog Lain:

Karena ada yang memposting artikel persis dengan artikel kita, maka kemungkinan akan terjadi duplikat konten artikel. Yang lebih ngeri kata para mastah, bisa jadi blog kita akan mengalami deindex atau malah kena banned. Pasti nggak mau kan?

Cara Mencegah Konten Di Curi atau Di Plagiat Oleh Orang Lain

Berdasarkan dua pengalaman mendapati konten atau artikel yang aku buat dicuri oleh teman blogger sendiri, sedikit banyak itu membuatku cukup trauma dan sedih sih. Dan sebenarnya pun aku melakukan kesalahan yang menyebabkan para pencuri ini mendapat kesempatan untuk mencuri. Salah satu kesalahan itu adalah aku sering share link artikel atau postinganku ke grup yang berisi para blogger ini. 

Emangnya semua blogger pencuri?

Ya tentu enggak dong. Yang profesional dan emang suka nulis juga banyak. Sayangnya, yang blogger instan atau dadakan juga banyak. Gak punya hobi nulis tapi kepengen nge blog dan pengen dapat uang dari blog. Akhirnya mentok ya gitu mungkin jadi pencuri konten.

Dan salahnya lagi, belum tentu aku mengenal semua orang yang ada di grup tersebut. Tentu juga aku juga belum mengenal bagaimana karakter mereka. Meski banyak teman blogger lain yang aku akui sangat baik dan banyak membantu dalam perkembangan dan proses belajarku selama melakukan blogging, tapi ternyata memang nggak sedikit juga yang suka bermain curang.

Jadi untuk mencegah konten atau artikelku dicuri atau diplagiat lagi oleh orang lain maka aku melakukan hal-hal di bawah ini.

1. Stop Share Postingan Di Grup Para Blogger

Percaya deh yang sering melakukan kecurangan atau menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan blog kita bisa jadi adalah teman blogger kita sendiri. Beberapa cara yang biasa mereka lakukan untuk menjatuhkan blog kita diantaranya adalah melakukan jigling atau memplagiat konten artikel kita. Mereka yang mengetahui cara dan apa tujuan melakukan jigling dan plagiat ini ya kebanyakan para blogger juga.

Dan melakukan share link artikel ke grup yang berisi para blogger ini baru aku sadari bukanlah hal yang aman untuk dilakukan. Dulu aku selalu share link artikel terbaru ke grup yang berisi teman-teman sesama blogger, khususnya mereka yang ada di grup WhatsApp atau di grup Facebook. Dan semenjak kecolongan kemarin sama sekali aku nggak pernah melakukan itu lagi.

Tapi share di sosial media kan penting juga untuk menaikkan traffic?

Ya i'm agree with that. Tapi tetep nggak akan aku share di grup WhatsApp atau grup Facebook lagi terlebih ke grup yang terdiri dari ratusan orang yang nggak semuanya aku kenal baik.

Terus yang aman share di mana? 

Sementara menurutku yang aman yaitu share di sosial media seperti Instagram, twitter dan Pinterest. Sepertinya teman-teman blogger disana lebih bijak dan bukan blogger instan yang baru menetas dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. 

Justru yang aku temui di media sosial tersebut adalah teman-teman blogger yang benar-benar mempunyai passion di dunia penulisan dan blogging.

2. Memasang Script Anti Copas

Sempet sedih banget dan takut kalau semua artikel yang ada di blog ku dicuri lagi oleh orang lain. Akhirnya cerita sama teman blogger yang aku anggap sudah lumayan Pro. Dan beberapa teman tersebut pun menyarankan untuk memasang script anti copas agar lebih tenang di kemudian hari. Ya meski yang namanya maling pasti selalu punya cara buat nyolong, tetapi tetep aja kita harus usaha buat minimalisir ya kann???? 

Dapat saran dari Mas Iman pemilik blog bacalagers.com untuk memasang script anti copas tersebut. Ada banyak script yang disarankan oleh mas Iman sih, tapi dari sekian banyak script yang diberikan hanya satu yang bisa berhasil aku apply di blog ku.


Berikut adalah script anti copas yang aku pasang

<script type="text/javascript">
if (typeof document.onselectstart!="undefined") {
document.onselectstart=new Function ("return false");
}
else{
document.onmousedown=new Function ("return false");
document.onmouseup=new Function ("return true");
}
</script >

Cara pasangnya pun gampang, tinggal copas script tersebut diatas kode </head>


Resiko Memasang Script Anti Copas


Tentu memasang script ini juga ada resikonya. Diantaranya mungkin beberapa pengunjung yang berniat mencari referensi tulisan menjadi tidak nyaman karena tidak bisa mengambil atau mengutip tulisan kita.


Tapi ya semua balik lagi, kalau nggak masang script anti copas tentu harus siap menerima resiko kalau suatu saat artikel atau konten kita dicuri dan diposting orang lain di blog atau website mereka.

Sementara ini aku cukup kecewa karena konten atau artikelku dicuri. So, aku milih pakai script anti copas tadi.

Cara Menghadapi Konten yang Telah Di Curi atau Di Plagiat


Berikut adalah cara untuk menghadapi dan mengatasi ketika mendapati konten atau artikel kita dicuri atau di plagiat oleh orang lain:


1. Share dan tanyakan siapa pemilik blog yang telah memplagiat artikel atau konten kita ke grup blogger. 

Ini adalah langkah pertama yang aku lakukan ketika tahu kalau hampir seluruh artikelku di plagiat dan di post di blog lain. Aku tanyakan di grup-grup blogger siapa tahu ada yang tahu pemilik blog itu.

Tujuannya apa?

Nah tujuannya ya biar bisa kontak langsung si pencuri ini. Ngomongin baik baik mau hapus postingannya apa enggak.  

Nah kalau ngeyel nggak mau hapus ya mau nggak mau kita laporin ke google biar konten si maling ini di take down.

Reaksi temen-temen blogger lain:

Ada beberapa reaksi dari temen-temen blogger ketika aku sharing tentang hal ini. Pertama, mereka si baik hati yang ngasih saran mulai dari laporin DMCA atau ngasih saran dan cara untuk mencegah dan meminimalisir kemungkinan untuk konten kita dicuri lagi.

Reaksi kedua. Cuek, "yaudah biarin aja itu resiko ngeblog ya harus terima gitu di plagiat". Mantappp… speechless lah akunya kalau blogger udah berpikiran begini. Aku mah ga sanggup dan nggak selegowo ini.


Reaksi ketiga, nyinyir. “Halah, ngetik masih di word yang nggak ori aja sok sok an mau laporin orang yang memplagiat konten”. 

Ya ampun mas mulutnya. Dan tentu ku balas lah “sorry ya mas, aku pakai WPS office. Gratis. Mau apa lo. LOL” wkwkww. Trus aku dikira bohong, padahal aku emang pake WPS. 

Yah intinya sih kita berhak memilih sikap kita harus bagaimana kalau mergokin konten kita dicuri. Jadi ya keputusan tetep dikita. 


2. Hubungi atau kontak pemilik blog yang telah melakukan plagiat 

Selain mencari kontak pemilik blog yang memplagiat artikel kita dengan bertanya di grup atau komunitas blogger, bisa juga dilakukan dengan melihat kontak yang tertera di halaman contact di blog tersebut.

Sayangnya, kebanyakan blogger mental maling ini tidak menyertakan kontak di halaman blognya. Hmm..

Nah kalau sudah buntu gini, ya pakai jalan terakhir kayak yang aku lakuin kemarin. Baca point 3 dibawah. 


3. Lapor Ke Google DMCA

Dari saran beberapa temen blogger akhirnya aku membuat laporan ke google DMCA. Apa itu google DMCA? Mungkin kayak polisi nya dunia maya ya hehe. Nah seperti jika memperkarakan suatu kasus ke polisi atau pengadilan, kita tentu harus menyertakan bukti yang kuat. Nah begitu juga dengan pelaporan ke google DMCA ini. Kita harus benar-benar bisa membuktikan kalau artikel kita yang dicuri, bukan kita sebagai pencurinya.

Cara Melaporkan Blog AGC (Blog yang Memplagiat) ke Google DMCA

1. Siapkan dulu link artikel kita (yang telah diplagiat) dan link artikel si pencuri (link artikel hasil plagiat)

Kalau aku siapkan link-link ini di word, untuk jaga-jaga siapa tau laporan gagal dan perlu lapor ualng (biar ggak capek ngopy link lagi satu persatu). Soalnya pas kena AGV ada lebih dari 20 artikel ku yang dicuri.

2. Mulai laporkan ke DMCA.

3. Klik create new notice atau buat pemberitahuan baru

Cara Menghadapi dan Mengatasi Plagiat Konten di Blog (Darurat Blogger Mental Maling)

4. Isi data mulai dari nama depan, nama belakang, nama perusahaan, pemegang hak cipta.

Untuk nama perusahaan kita isi dengan alamat blog kita, misalkan punyaku celotehdinihari.com

Sedangkan pemegang hak cipta, pilih diri sendiri.



Cara Menghadapi dan Mengatasi Plagiat Konten di Blog (Darurat Blogger Mental Maling)


5. Centang “saya mengkonfirmasi bahwa saya pemegang hak cipta yang dipermasalahkan”

6. Isi alamat email

7. Isi point informasi pelanggaran seperti berikut:

Ada 3 kotak yang harus kita isi:

Cara Menghadapi dan Mengatasi Plagiat Konten di Blog (Darurat Blogger Mental Maling)
Kotak pertama, isi deskripsi pelaporan kita. Misalkan laporanku kemarin kurang lebih seperti ini.

“saya menemukan sebuah blog yaitu www.sahabatbermusik.blogspot.com yang memposting ulang beberapa / banyak artikel yang saya buat dan sudah saya publish di blog pribadi saya yaitu celotehdinihari.com tanpa seizin saya”

Kotak kedua, masukan url blog kita (yang telat di plagiat atau dicuri atau di AGC) 

Kotak ketiga, isi url blog yang telah memplagiat artikel kita. 

Nah jika ada banyak artikel yang dicuri atau diplagiat (seperti kasusku), maka masukan semua link yang kamu temukan itu. Pisahkan setiap artikel dengan klik ENTER

Misalkan artikelmu adalah url A, B, C, D, E sedangkan url si pencuri adalah 1, 2, 3, 4, 5 (maksudnya 1 adalah artikel yang memplagiat artikel A, 2 adalah artikel yang memplagiat artikel B, dan seterusnya), maka susun pelaporan sesuai urutan.

Hasil dari Lapor DMCA

Harapanku ketika lapor DMCA atau melaporkan blog yang telah memplagiat atau mencuri konten atau artikel yang telah aku buat adalah ketegasan dari pihak Google untuk menindak blog pencuri tersebut.

Untuk kasus yang pertama karena aku tidak bisa menghubungi dan tidak bisa mendapatkan kontak pemilik blog pencuri sama sekali untuk negosiasi dan meminta menurunkan atau mendelete semua artikel yang memplagiat kontenku, jadilah aku lapor DMCA dengan harapan bahwa artikel atau blog tersebut akan di take down atau diturunkan.

Namun, untuk kasus kedua karena teman blogger yang mengambil konten atau artikelku itu meminta maaf dan bersedia untuk menghapus artikel di blog nya maka aku tidak membuat laporan.

Lalu apa artikel yang aku laporkan langsung di take down ketika aku membuat laporan?

Nyatanya enggak, aku mendapatkan email balasan dari Google DMCA bahwa mereka tidak mempercayai laporan yang aku buat. Intinya, mereka menyuruhku untuk tidak asal-asalan menuduh blog lain mencuri artikel atau konten ku. Bisa jadi justru malah aku yang mencuri konten mereka. Dan akan ada sanksi jika sampai terbukti ternyata aku yang mencuri atau konten blog tersebut.

Dengan sedikit kecewa karena merasa pihak yang aku lapori ini kurang teliti melakukan investigasi atas laporan yang aku buat, akhirnya aku membalas email tersebut dengan memberikan beberapa bukti lagi yang aku pikir memang bisa memperkuat alasan bawa aku adalah korban.

Dan akhirnya mereka pun membalas kembali dan memintaku melampirkan ulang link artikel original yang aku buat dan link artikel dari blog si pencuri ini.

Setelah beberapa minggu laporanku pun membuahkan hasil. Aku mendapatkan balasan bawa mereka sudah mengambil tindakan dan take down artikel di blog si pencuri konten ini.

Pesan Untuk Para Pencuri Konten

Sedikit pesan untuk mereka yang suka atau gemar mencuri artikel atau konten orang lain dan memposting ulang di blog mereka., please lah, mending gak usah nge blog kalau memang enggak punya hobi nulis, kalau memang enggak suka nulis. 

Jangan pernah mikir nge blog kalau cuman buat dapat uang secara instan. Dimana logikanya males nulis tapi pengen nge blog? Kecuali kamu bangun sebuah bog dan rekrut orang-orang untuk nulis artikel di blogmu atau kamu beli artikel yang legal ya.

Kalau cuma mikirin uang ya kalian bakal selalu “ngoyo”. Mungkin passion kalian memang bukan di blog. Jadi kenapa harus maksain buat ngeblog dan mencuri konten orang lain demi mengisi blog kalian. 

Masih banyak pekerjaan lain kok kalau cuma alasannya biar dapat uang. Kalau dasarnya kalian males, pekerjaan apapun ya nggak bakalan bisa menghasilkan uang. Udah sih gitu aja. Salam damai!


Kesimpulan

Intinya aku menulis artikel ini selain untuk curhat juga untuk mengingatkan sesama teman blogger untuk lebih menjaga artikel atau konten di blog masing-masing. Sementara ini, yang aku lakuin adalah tidak share link artikel di sembarang media sosial, di grup whatsapp yang berisi para teman blogger yang belum kenal, serta memasang script anti copas di blog.

Semoga kita lebih bijak dalam menulis dan mengelola blog kita ya. Salam blogger!



Baca Juga
SHARE
Rini Novita Sari
Sharing is caring. Tell me your story and i will tell mine! Celoteh Dini Hari is a site for sharing about lifestyle, tips and tricks, travelling, entertainment, career and bussines etc

Related Posts

Subscribe to get free updates

6 komentar

  1. Trims tips2nya mba. Saya jg ngalamin. Pemilik blognya udah saya kontak, ada yang saya dm di twitter tapi masih dicuekin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Byk blogger nakal ya mas skrg. Klo masih ga di respon juga laporin aja klo ada waktu mas..

      Hapus
  2. Saya juga mbak beberapa waktu lalu. Sekarang saya rajin menyisipkan nama saya sendiri disetiap artikel, bahkan kalo perlu beberapa kali dalam satu tulisan. Di Bagian awal, tengah dan akhir barangkali. 😂😂😂😂😂😂.

    Dengan begitu Google akan tahu bahwa itu artikel kita. Dulu ada 20 lebih artikel saya yang diduplikat. Yang saya laporin ada 3 artikel dan di takedown semua oleh Google. (Thanks Google)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya mbak. Kapan hari aku juga menang pas nglaporin olagiat krna namaku ada tak Sisipin di tiap artikel. Awalnya google gak percaya klo kontenkuku yg dicuri.

      Nggak nyangka hal kecil gitu bisa bermanfaat pas kasih bukti pelaporan. Huhu. Soalnya klo org nyuri nya pakai sistem AGC semua isi artikel ke copy. Beda lagi klo yg nyuci manual. Makanya aku pasang anti copas mbak :(

      Hapus
  3. Sepertiga artikel saya pernah kena AGC. Jadi sekarang ngereport ratusan artikel dari boglog copas itu. Sebagian udah berhasil, skrg nunggu sebagian lagi masih pending.

    Bener juga, gak tau pikirannya gimana, punya niat ngeblog kok copas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi blogger yg cuek juga ada mas. Malah aku pernah disemprot "yaudah nge blog emang resiko klo kontennya di plagiat".

      Yah emang hak masing2 sih mau bertindak apa enggak. Tapi klo aku slama aku tau klo ada blog yg ambil artikelku mending aku kontak atau laporin aja.

      Ibarat cita2 jadi Koki tapi ga hobi masak. Heran akutuh sama blogger blogger ini. Wkwkw

      Hapus

Posting Komentar

Iklan Tengah Post