Rabu, 06 Maret 2019

Setiap orang yang bekerja baik bekerja sendiri sebagai pengusaha atau sebagai karyawan atau pegawai di suatu tempat atau perusahaan tentu menginginkan kemajuan dalam hidupnya. Termasuk dalam segi ekonomi. Sudah wajar setiap manusia yang berjuang dan bekerja setiap harinya mempunyai keinginan untuk membeli atau memperoleh sesuatu dari penghasilan yang didapatkannya.


Alasan Kenapa Memutuskan Beli Mobil, Padahal Belum Punya Rumah Sendiri. (???)

Pun begitu juga saya. 1 tahun yang lalu saya memutuskan untuk membeli mobil hatchback bekas atau second. Untuk keputusan saya tersebut memancing beberapa orang untuk bertanya atau pasarannya bisa dibilang bang " nyinyir". Tak sedikit tentu yang menanyakan atau menyarankan kenapa tidak membeli rumah dahulu ketimbang membeli mobil.

" Belum punya rumah sendiri kok udah mau beli mobil. Situ mau tidur di mobil?. Apa beli mobil cuman buat gaya-gayaan?"

Wah ini Komentar kejam sih. Dalam hati ingin ku berkata "lu kira beli mobil pakai daun. Enak amat beli barang mahal cuman buat gaya-gayaan" hahaha. Namun tentu saja perbuatan tersebut hanya terlintas dalam benak saja. Wkwk. Saya cukup cuek untuk mengatasi komentar seperti itu. Hahaha

Ya begitulah kira-kira para netizen dan orang-orang lainnya. Wajar, mungkin niatnya memang mengingatkan. Meski kadang mereka juga lupa kalau orang yang diingatkan tadi barangkali sudah punya ribuan pertimbangan loh untuk sampai akhirnya memutuskan untuk beli mobil dahulu ketimbang beli rumah.

Dan ini adalah beberapa pertimbangan saya sampai akhirnya memutuskan untuk beli mobil terlebih dahulu meskipun belum bisa beli rumah sendiri.

1. Dari Sisi Kebutuhan: Lebih Butuh Mobil Daripada Rumah Untuk Saat Ini

Sebagai wanita single atau belum married sekaligus anakan rantau, untuk tempat tinggal saat ini saya masih merasa sangat cukup dengan menyewa kamar kos aja. Tentu saya memilih kamar kost yang nyaman bagi saya. Untuk itu saya memang belum merasa terlalu butuh rumah pribadi apabila jika saya tinggali seorang diri.

Sementara itu saya membutuhkan mobil memang bukan untuk aktivitas saya setiap hari. Alhamdulillah untuk bekerja hampir 2 tahun kemarin saya kost di area dekat kantor. Udah baru beberapa minggu ini saya memanfaatkan fasilitas kantor yaitu mobil antar jemput karena saya berpindah kos yang lokasinya lebih jauh dari kantor.

Namun tentu kegiatan saya juga bukan hanya bekerja di hari kerja saja. Saya tentu butuh mobil untuk bepergian, liburan, mengunjungi saudara terutama Kakak dan para keponakan saya yang ada di luar kota. Dan tentu membawa mereka pulang kampung untuk bertemu Bapak dan Ibu saya di desa.

Sudah tentu apabila saya ganti keputusan membeli mobil saya ini dengan menyewa mobil tentu akan mengeluarkan biaya yang pasti akan membuat saya sedikit nggrundel atau kurang ikhlas mengeluarkan uang jumlah banyak hanya untuk sewa saja. Saya lebih suka menggunakan uang saya yang menganggur untuk membeli sesuatu yang bisa membuat saya merasa bangga dengan diri saya sendiri dan tentu hal ini juga akan membahagiakan kedua orang tua saya.

Alasan Kenapa Memutuskan Beli Mobil, Padahal Belum Punya Rumah Sendiri. (???)

2. Dari Sisi Cash Flow Atau Kondisi Keuangan: Uang Baru Cukup Untuk Beli Mobil.

Bisa dibayangin kan untuk membeli rumah mungkin sebulan cicilan bisa 5 sampai 10 juta itupun untuk jangka waktu kredit 10 sampai 15 tahun. Sedangkan untuk mobil pasti biaya perbulannya akan di bawah dari nominal tersebut apalagi tentu jangka waktu pembayarannya hanya sekitar 3 sampai 5 tahun.

Jadi selain uang terkumpul yang saya gunakan sebagai DP hanya sanggup untuk mengambil mobil, juga setelah saya hitung-hitung pasti saya belum sanggup menyicil untuk membeli rumah sendiri.

Akhirnya saya memilih untuk mengambil mobil. Karena saya masih single dan belum menikah sah-sah saja saya memilih untuk membeli mobil terlebih dahulu. Nanti, saya akan membeli rumah dan berjuang bersama suami saya untuk mengumpulkan uang demi memperoleh cita-cita saya tersebut.

Semuanya ada masanya kok. Apalagi untuk orang-orang yang mau berusaha. Saya juga kepikiran enak juga lah kalau saya sebelum nikah sudah mempunyai aset yaitu berupa mobil yang beberapa tahun lagi juga lunas.

Dan setelah itu saya dan suami bisa fokus mengumpulkan uang untuk mengambil rumah. So, saat kita mengambil keputusan untuk di beli rumah kita sudah nggak pusing pusing lagi memikirkan uang untuk mobil karena saya sudah punya aset tersebut.

Tentu tugas suami adalah mengumpulkan uang juga untuk biaya pernikahan atau biaya rumah tangga nanti. Ya kayak bagi tugas masalah keuangan aja.

3. Membeli Mobil Adalah Salah Satu Pencapaian Yang Saya Cita Cita Kan

Sedikit terdengar over ambisius, saya dan kakak saya saat kecil hingga remaja hidup dalam kondisi keuangan keluarga di bawah rata-rata. Bisa dibilang sangat miskin. Namun sama sekali kami berdua tidak pernah menyesalinya bahkan selalu merasa berterima kasih atas kehidupan yang Tuhan berikan ini. Dan juga tentu kepada orang tua kami dengan semangat “kaki dikepala, kepala dikaki” membiayai kami sampai SMA.

Begitu masuk dunia kerja dan lulus S1 dengan uang yang kami peroleh sendiri tentu tak serta merta menjamin kehidupan ekonomi kami langsung berubah lebih baik. Kami tentu pernah menjalani kehidupan yang sangat keras di Surabaya. Bahkan untuk menyewa kos saja kami hanya mencari yang mempunyai tarif sekitar Rp300.000-Rp500.000 per bulan untuk berdua sekamar. Untuk makan sehari-hari harus masak karena uang tidak akan cukup apabila kita selalu makan di luar setiap hari.

Yah Itu semua adalah cerita masa lalu yang sekarang tetap kamu syukuri sebagai pengalaman dan pelajaran. Alhamdulillah kehidupan kami, saya dan kakak saya sudah semakin baik. Kami semakin mandiri dan bisa berdiri di kaki kami sendiri.

Setelah beberapa tahun lalu kakak saya alhamdulillah berhasil membeli mobil. Kakak saya pernah bercanda “kamu yang rajin nabung rin, semoga Lebaran tahun depan udah sama-sama bisa bawa pulang mobil dan ngajak bapak ibu jalan-jalan.”. alhamdulillah perkataan adalah doa dan sekarang kesampaian.

FYI, bapak saya terkena stroke sudah bertahun-tahun dan tentu beliau sudah tak sanggup lagi jalan-jalan. Bahkan untuk ke teras depan rumah saja sudah kelelahan. Bisa bayangin kan betapa bahagianya Bapak saya ketika melihat anaknya bisa membawa pulang mobil kerumah dan membawanya jalan-jalan yang tentu hal tersebut sudah hampir 10 tahun tidak bisa beliau rasakan. Dan ya, jujur saya katakan itu adalah salah satu alasan terbesar saya dan kakak saya membeli mobil dengan uang yang kami kumpulkan.

Resiko Memilih Beli Mobil Dulu Ketimbang Rumah

1. Harga Jual Turun

Pasti sudah tahu dong nilai sebuah mobil pasti lama-kelamaan akan apa mengalami depresiasi atau penurunan nilai. Berbeda dengan nilai tanah dan rumah yang justru sebaliknya yaitu selalu naik. Nah untuk itu memang bagi orang yang membeli mobil rasanya tidak perlu mengharapkan keuntungan finansial dari pembelian mobil. Kecuali mobil itu memang digunakan untuk mendapatkan penghasilan atau mendukung kinerja kita sehari-hari.

2. Mobil Bukan Merupakan Investasi, Tapi Mobil Tentu Jadi Sebuah Aset

Mempunyai sebuah mobil tidak bisa dianggap sebagai investasi. Balik lagi seperti poin pertama di atas bahwa nilai mobil akan semakin turun setiap tahunnya. Karena itu tak perlu mengharapkan keuntungan finansial dari pembelian mobil. Namun tetap saja kepemilikan terhadap mobil berarti menambah daftar aset atau harta kita.

Saya percaya setiap orang punya pencapaiannya atau cita-citanya untuk mempunyai suatu benda atau barang yang diinginkannya. Jadi ya sah-sah aja buat siapa aja yang memutuskan untuk beli mobil walaupun dia belum mempunyai informasi lain.

FYI, meski terlambat saya sedang belajar tentang Reksadana dan investasi investasi lainnya kok. Menurut saya cukup "njlimet" namun asik sih dibayangin apalagi diterapin. Hehehe.

---------

Nah kira-kira sekian dulu aja deh sesi curhatnya. Semoga kita selalu bisa menghargai keputusan orang lain dan berpikir positif tentang hal tersebut.


RINI NOVITA SARI
IG @RINIE_NOE
Rinienoe46@gmail.com

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes