Jumat, 11 Januari 2019

Sudah lebih dari setahun ini saya menjalani job sebagai guru les privat matematika untuk SD dan SMP (khusus untuk mempersiapkan Ujian Nasional). Tentu ini merupakan hal yang baru bagi saya dan merupakan terobosan yang berani saya ambil. Sebelumnya saya sedikit ketakutan ketika mengiyakan permintaan salah satu atasan saya di kantor untuk memberikan les privat kepada anaknya. Tentu saya takut apabila apa yang saya sampaikan tidak bisa diterima dengan baik oleh si anak, kemudian tidak bisa memberikan nilai tambah bagi anak tersebut.


Kendala Yang Sering Dihadapi Anak SD Dalam Belajar Dan Memahami Matematika
www.freepik.com
Namun waktu berselang saya semakin menikmati Job saya ini. Meski tentu masih banyak kendala yang saya temukan ketika mengajar anak sekolah ah yang masih terbilang sangat muda ini.


Kendala Yang Sering Dihadapi Anak SD Dalam Belajar Dan Memahami Matematika
images.all-free-download.com
Kali ini saya akan membahas kendala yang sering saya temukan ketika memberikan pelajaran matematika kepada anak kelas 6 SD.

Sebelum membahas tentang kendala yang dihadapi oleh anak SD dalam mempelajari matematika tentu terlebih dahulu kita harus tahu dulu apa saja yang harus dipelajari oleh mereka. 

Berikut Adalah Kisi-Kisi USBN Atau Ujian Nasional Sekolah Dasar

1. Operasi Hitung Bilangan Cacah
2. Operasi Hitung Bilangan Bulat
3. Pangkat Dan Akar Bilangan
4. Fpb Dan Kpk
5. Pecahan
6. Perbandingan
7. Satuan Ukuran
8. Sifat Unsur Keliling Dan Luas Bangun Datar
9. Sifat Unsur Volume Dan Luas Permukaan Bangun Ruang
10. Bidang Dan Letak Koordinat
11. Simetri Dan Pencerminan
12. Penyajian Data
13. Menyelesaikan Masalah Yang Berkaitan Dengan Data


Kendala Yang Sering Dihadapi Anak SD Dalam Belajar Dan Memahami Matematika

Kendala Yang Sering Dihadapi Anak SD Dalam Belajar Dan Memahami Matematika
images.all-free-download.com

1. Hanya Mengandalkan Hafalan Rumus

Matematika merupakan proses berfikir yang melibatkan logika dan ide-ide. Mempelajari matematika tak melulu soal menghafal kan rumus-rumus saja. Tetapi lebih ke pemahaman tentang Bagaimana rumus itu terbentuk.

Menghafalkan rumus itu baik. Namun tidak memahami rumus itu berbahaya. Karena menghafal rumus tanpa memahami benar-benar tersebut bisa menyesatkan suatu saat nanti. Ingatan manusia itu kan terbatas, anak kecil pun begitu. Nah kalau lagi nggak ingat, misal karena tertekan karena banyaknya soal yang harus dikerjakan mau gimana?

Kendala yang sering saya temui adalah si anak terlalu memegang prinsip hafal rumus, maka ketika menemui soal yang modelnya dirubah sedikit, walaupun penyelesaiannya seharusnya memakai rumus yang sudah ia hafal, si anak akan tetap kebingungan.

2. Kesulitan Memahami dan Menyelesaikan Soal Cerita

Perlu diketahui bahwa soal ujian nasional atau usbn anak SD tidak hanya terdiri dari soal-soal pendek. Melainkan juga terdiri dari soal-soal cerita. Nah kebanyakan anak SD dan juga SMP kesulitan untuk menyimpulkan apa sebenarnya yang diceritakan oleh soal tersebut. Kalau si anak tidak mengerti apa yang diceritakan dalam soal tersebut tentu saja si anak akan kebingungan untuk menyelesaikannya.



Sering yang saya temui ketika si anak membaca soal cerita maka dia akan mengerjakannya berdasarkan angka apa saja yang dia lihat. Itu poin pertama. Dan tentu itu kesalahan besar. Angka-angka di soal cerita tidak bisa disimpulkan ke dalam penyelesaian jika anak tidak memahami terlebih dahulu isi cerita tersebut.

Bisa jadi si anak hanya akan menambah, mengurangi, membagi, atau mengalikan angka-angka yang muncul dalam soal cerita. Tentu ini salah dong. Karena itu biasanya saya akan mulai untuk menyuruh si anak menceritakan kembali apa yang sudah ia baca agar dia bisa membayangkan terlebih dahulu tentang cerita tersebut. Baru setelah itu saya menyuruh anak untuk mencatat poin-poin apa yang disampaikan dalam soal.

3. Kurangnya Kesadaran Untuk Rajin Latihan Soal

Mungkin seorang anak yang baru duduk di kelas 6 SD belum bisa berpikir sendiri tentang apa yang harus dilakukan agar makin lancar mengerjakan soal matematika. Ini juga yang sering saya hadapi. Untuk itu setiap saya memulai untuk mengajar matematika, saya lebih sering untuk menerapkan dan bercerita tentang prinsip apa yang harus kita lakukan agar mulai mencintai matematika dan memperlancar kita dalam mengerjakan soal matematika.



Bagi saya, untuk menguasai atau bisa mengerjakan matematika kunci utamanya adalah perbanyak latihan soal. Matematika tidak akan bisa dikuasai hanya dengan kita membaca rumus-rumus ataupun pembahasan yang banyak kita dapatkan dari buku atau internet. Melainkan kita harus langsung mencoba mengerjakan soal-soal walaupun dimulai dengan terbata-bata atau terlalu lama mengerjakan soalnya. Itu nggak jadi masalah, yang penting kita tetap harus mulai latihan soal sedikit demi sedikit dan terus menerus. Karena hal ini akan melatih anak untuk terbiasa melihat banyak model soal matematika yang dimungkinkan akan keluar saat ujian nasional nanti.

Memperbanyak latihan soal juga akan memancing dan melatih logika si anak untuk mencari solusi Apa yang sebaiknya dipakai untuk menyelesaikan soal-soal.

Karena itu, untuk para orang tua atau wali si anak sebaiknya berikan lebih banyak buku yang berisi tentang soal-soal dan jangan dulu diberikan kunci jawabannya. Jawaban atau pembahasan yang diberikan oleh buku tersebut sebaiknya Anda perlihatkan ke anak ketika anak sudah berusaha untuk mencari jawabannya namun tidak menemukannya. Biarkan si anak berusaha terlebih dahulu untuk berpikir dan mengolah soal matematika tersebut.

Kendala Yang Sering Dihadapi Anak SD Dalam Belajar Dan Memahami Matematika
p9cdn4static.sharpschool.com


4. Kurang Cermat Dan Kurang Teliti Dalam Melakukan Operasi Hitung.


Biasanya hal ini memang disadari ketika nanti beranjak dewasa sih. Mungkin saya dulu juga seperti ini. Kebiasaan si anak adalah menghitung dengan cepat tanpa mengeceknya kembali. 

Kurang teliti dalam menghitung juga bisa menjadi kelemahan saat mengerjakan soal-soal Ujian Nasional nanti. Biasanya pembuat soal juga tidak kalah pintar, udah pasti. Hebatnya mereka bisa mengira-ngira kesalahan si anak saat melakukan perhitungan dan meletakkan hasil perhitungan yang salah dari si anak peserta ujian ini ke dalam pilihan ganda. Maka jika anak tidak teliti dalam menghitung atau mengecek kembali jawabannya tentu si anak akan menjawab atau memilih pilihan ganda yang salah.

Saya pun sering memperingatkan ini kepada anak yang saya beri les private. Saya tekankan bahwa si pembuat soal sudah sangat pintar dan mengetahui kelemahan kalian apabila kalian tidak teliti. Jadi jika menemukan jawaban pada pilihan ganda jangan terlalu percaya diri bahwa itu adalah jawaban yang benar tanpa mengecek lagi hitung-hitungan kalian. Intinya, CEK LAGI, HITUNG LAGI.

Nah sekiranya itu saja yang bisa saya bagikan berdasarkan pengalaman saya mengajar anak les privat. Sharing yuk Bunda-Bunda apa aja sih kendala Bunda-Bunda dalam mengajari anak kalian matematika?

Kendala Yang Sering Dihadapi Anak SD Dalam Belajar Dan Memahami Matematika
pngtree.com

RINI NOVITA SARI
instagram @rinie_noe
rinienoe46@gmail.com

2 comments:

  1. banyak guru matematika yang suka kurang bisa mnenyampaikan dg baik dan menyenangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bgt mbak... ngajar emang ga semudah yg dipikir sih... kudu ekstra sabar. tapi ga boleh byk alasan juga kan udah tnggung jawabnya yaaa. haha

      Hapus

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes