[REVIEW] Project S The Series : SPIKE - Tentang Voli Dan Janji Persahabatan Yang Harus Di Tepati

Hai guys kali ini aku bakalan kembali review salah satu drama series Thailand yang baru saja selesai aku tonton. Eh kok sekarang aku sering banget ya ngereview drama series Thailand. 

Jadi sebenarnya sudah dari lama aku menggemari film atau drama series Thailand cuman ko ya baru kepikiran untuk nulis reviewnya akhir-akhir ini. Padahal drama series dan film yang aku tonton udah banyak banget jumlahnya. Namun dari sebanyak itu nggak akan semuanya aku rekomendasiin kok, hanya yang menurutku bagus aja yang bakal aku tulis di blog ini.


Beberapa bulan lalu aku menonton Project s the series : Skate Our Soul. Kemudian beberapa hari yang lalu aku tertarik melanjutkan Project S The Series yang lain berjudul SPIKE.

Padahal itu drama series dari tahun 2017 setelah Hormones the series selesai yak, kenapa baru aku tonton haha. Jadi Project S The Series ini mempunyai 4 judul drama yang membahas 4 jenis olahraga yaitu voli badminton, skateboard, voli, dan archeri.

Pas aku lihat rekomendasi Youtube aku tentang drama series SPIKE ini, Wah aku terkejut dong. Secara aku suka banget nonton dan ngikutin voli nasional (meskipun gak pinter maininnya) haha. Ya pasti buat yang suka voli mungkin tertarik lah nonton SPIKE ini. Apalagi yang main ganteng-ganteng banget ya kan. LOL

Gak usah banyak cingcong lagi deh, yuk kita kita review tentang drama series Project S The Series : Spike ini.

CAST AND INSTAGRAM ACCOUNT :

Oab Oabnithi as Puen ( Open Spiker)

Yap, Puen ini berperan sebagai open spikernya tim voli dari sekolah Theppanya. Kalau di Indonsia tuh kayak posisinya Rendy Tamamilang atau Rivan. Hahha. Sama seperti Rivan dan Rendy lagi, Puen ini juga dapat gelar best spiker dalam pertandingan tahun lalu (ceritanya begitu).



Si tokoh utama yang tampan hahaha. Kalau kalian pernah nonton hormones the series dan secret seven pasti gak asing sama muka ini. Puen dalam drama series ini diceritakan sebagai anak sekolah yang menjadi idola para pecinta voli.

Dibalik kesempurnaannya yang terlihat, ternyata puen mempunyai kisah hidup yang sedikit menyedihkan dan membuatnya trauma.

Bank Thiti as Than ( Setter )

Than adalah anak baru yang berposisi sebagai setter yang bertugas memberikan bola umpan ke anggota tim lain termasuk Puen. Kalau di Indonesia kayak perannya Nizar Zulfikar sama Aji Maulana gitu deh, hahaha. Puen masuk ke sekolah Theppanya karena beasiswa.


Puen dan Than sebenarnya mempunyai hubungan yang kurang baik diawal, namun semakin akrab setelah banyak hal terjadi. Puen juga mempunyai hubungan yang kurang baik dengan ayahnya karena ayahnya menentang hobinya yang ingin ia seriusi.

Si Than ini juga main di Hormones the series sejak season 2. Bahkan jadi tokoh utama di season 3 nya. Mantap kan. Doi bersama 2 tokoh utama lain di hormones juga main bareng di film May Who yang lebih bergenre komedi gitu.

Beam Papangkorn as Singha ( Setter )


Singha adalah sahabat terbaik Puen yang posisinya sebagai setter digantikan oleh Than karena Singha menghianati Puen dan kedua sahabatnya yang lain.

Punjan Kawin as Win ( Coach )


Win adalah pelatih yang baru direkrut untuk menggantikan pelatih lama yang pensiun karena harus menjalani pengobatan. Win adalah mantan Timnas Nasional yang berhenti bahkan dilarang bermain selama 5 tahun karena sifatnya yang tempramen saat pertandingan dimasa lalu.

Saiparn Apinya as Kru Best ( Manager )

Seorang wanita cantik yang nggak bisa main voli namun sangat mencintai voli (mungkin kayak aku ya) wahahha. Akhirnya dia pun memilih menjadi tim manager voli sekolah Theppanya. Tau gak sih dia pernah main film berjudul FRIENDSHIP bareng Mario Maurer juga. Emang manis dan cantik banget deh anaknya.

Cookkai Pavadee as Jern ( Ahli Gizi dan Bagian Konsumsi)

Gadis cantik dan imut ini menyiapkan makanan dan minuman sehat bagi tim voli Teppanya. Seperti dia sudah senior alias lagi kuliah gitu. Seragamnya beda soalnya. Hehe. Jern ini sangat perhatian dan menaruh hati ke Puen. Tapi ya gitu deh Puen. Gak peka haha.

Baca Juga : [REVIEW] Project S The Series: SKATE OUR SOULS – Seorang Anak Melupakan Depresi Di Atas Papan Skate

YEAR :

2017

GENRE :

Drama, Sport, Freindship

EPISODE :

8 EPISODE
LINK BUAT NONTON BISA DILIHAT DISINI

RATING :
7,8 / 10 ( IMDb)

TAYANG DI:

GMM ONE

BISA DITONTON DI:

Youtube GDH channel (KLIK BUAT LINK NONTONNYA)

SINOPSIS/PLOT/ALUR CERITA

Jadi drama series berjudul Spike ini bercerita tentang 4 orang yang bersahabat dan bermain voli bersama-sama dalam satu tim voli di sekolah Teppanya. Tim ini pernah mencapai final di turnamen nasional bertemu dengan musuh bebuyutan mereka dari sekolah St Sebastian. Sayangnya mereka kalah dan hanya mencapai posisi kedua. Namun meski timnya di peringkat kedua, Puen sebagai tokoh utama tetap menjadi best spiker” dalam turnamen tersebut.



Menjadi best spiker tidak membuat Puen bahagia karena tujuan utamanya adalah membawa timnya menuju kemenangan. Tak mau larut dalam kekecewaan, akhirnya keempat orang yang bersahabat ini membuat janji bahwa tahun depan mereka akan membawa pulang trofi kemenangan ke sekolahnya.

Namun konflik pun mulai terjadi. Kemampuan Puen dan Singha yang menonjol membuat St Sebastian tertarik untuk merekrut mereka dan menjadikan mereka salah satu anggota dari timnya. Namun karena Puen adalah orang yang setia dengan timnya dan menganggapnya sebagai keluarganya dia pun menolak. Sebaliknya Singha malah memutuskan untuk pindah ke tim voli lawan dan menunjukkan ketidak setiaan nya kepada tiga sahabat lainnya.

Hal ini pun menyakiti hati Puen dan membuatnya sangat membenci Singha serta berkeinginan keras untuk mengalahkan St Sebastian di turnamen tahun berikutnya. 

Kekosongan posisi Setter atau pengumpan akhirnya diisi oleh Than yang merupakan anak baru di sekolah yang masuk berkat beasiswa. Namun Than sebenarnya  mempunyai masalah rumit yaitu hubungannya yang kurang baik dengan ayahnya karena menentangnya bermain dan memilih voli sebagai masa depannya. 



Puen juga tidak suka akan Than pada awalnya. Hal ini dikarenakan Puen tahu Than memilih tim voli sekolah Teppanya dikarenakan ditolak oleh St Sebastian. Ini berarti bahwa Than masuk ke timnya sebagai pilihan keduan dan bukanlah pilihan pertama. Hal ini membuat Puen mempunyai kebencian kepada Than sama seperti kepada singha. 

Selain itu, Puen juga mempunyai masalah sendiri yang membuatnya trauma dan hampir meninggalkan tim voli sekolahnya.

Permasalahan-permasalahan yang ada harus tetap dilalui oleh mereka untuk mencapai tujuan mereka yaitu kemenangan  di turnamen nasional berikutnya. 




Bagaimana nasib tim voli sekolah Teppanya selanjutnya? Berhasilkah mereka berdamai dengan keadaan dan membawa pulang tropi kemenangan ke sekolahnya? Mampukah juga mereka mengalahkan musuh bebuyutan mereka yaitu St Sebastian??

Baca Juga : [REVIEW] Project S the Series : SHOOT I LOVE YOU – Thailand Drama

PENILAIAN

Aku terkejut sih sama semua pemainnya khusunya mereka yang masuk ke dalam tim voli. Mereka masih muda muda bnaget dan mereka juga bukan atlit voli asli, tapi permainan voli mereka oke sih. Buat aku yang udah biasa nonton voli secara langsung, kemudian liat mereka main di turnamen di drama ini sih komentarku mereka keren.



Buat yang bukan pemain voli eh trus memainkan karakter dan bermain voli di drama tentu susah dong. Mereka kayak niat banget gitu. Tim belakang layar juga pasti usahanya semaksimal mungkin deh biar drama vooli ini kelihatan natural gitu. Salut sih.

Drama ini memang gak menonjolkan sisi drama percintaannya ya, biarpun ada bau bau bapernya dikit. Namun gak difokuskan kesitu.  Seperti Skate Our Soul juga. Namun justru itu yang aku suka. Fokus ke tema.

Nilai yang bisa di ambil banyak. Persahabatan, tentang janji yang dipegang dan ditepati, egoisme dan kekompakan. Banyak hal deh.

OVERALL

- Story : 9/10
- Cast : 9/10
- Music : 8/10
  
Udah sampai segitu aja deh ceritanya. Untuk karakter lain sudah aku ceritakan di part CAST ya. Gak mau spoiler lagi, kalian harus deh nonton drama satu ini. See u next review. :)

RINI NOVITA SARI
@rinie_noe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar