Tua Itu Pasti, Dewasa Itu Pilihan [Reminder to My Self]

Seorang teman pernah bilang untuk menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa itu pilihan. Pun saya yang semakin menua belum tentu kedewasaan saya bertambah. 

Apa sih makna kedewasaan sebenarnya? Ayuk diskusi. 


Menurut saya untuk menjadi dewasa bisa disebabkan banyak hal. Ada yang sejak lahir mungkin memang sudah diciptakan dan diberi sifat demikian, namun banyak orang yang menjadi dewasa karena satu alasan dan bukan karena sifat bawaan. 


Tua Itu Pasti, Dewasa Itu Pilihan [Reminder to My Self]

Menjadi dewasa menurut saya membutuhkan suatu proses dan tentu proses tersebut tak sepenuhnya mudah. Dalam prosesnya tersebut tak jarang kita akan dihadapkan pada banyak masalah. Masalah-masalah ini yang biasanya menguji dan membawa kita ke tahap menuju kedewasaan. 

Proses menjadi dewasa dengan masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan kita tentu harus kita hadapi.  Masalah tadi bisa jadi berasal dari diri kita sendiri sebagai pribadi manusia atau juga masalah yang berkaitan dengan orang lain mengingat peran kita sebagai makhluk sosial. 

Hari ini bertambah lagi usia saya, jiwa memang seperti menolak tua dan selalu merasa muda pun semangatnya yang justru makin membara. Namun bagaimana dengan sikap dan pemikiran atau mind set saya menunjukkan grafik yang baik atau semakin baik kah?


Bagaimana dengan kalian sudah cukup dewasa dengan siap sekarang? Percaya enggak kalau kedewasaan seseorang ditentukan oleh usia angka semata? 



Dewasa menurut saya adalah bagaimana kita menanggapi permasalahan-permasalahan yang ada seperti yang saya sebutkan di atas. Bagaimana kita memikirkan problem solving dari masalah tersebut.

Selain itu,  bisa dibilang kita selalu melibatkan orang lain dalam proses pendewasaan kita. Karena dari orang lain itulah kita bisa melihat berbagai macam watak serta karakter yang kadang menyenangkan, menjengkelkan, mengharukan dan lain sebagainya. Interaksi terhadap pribadi-pribadi yang demikian ini yang akan memicu kita untuk menanggapi atau merespon dan menuntut kita untuk berpikir bagaimana menghadapinya. Interaksi-interaksi terhadap pribadi-pribadi lain ini akan ikut membentuk pribadi kita. 

Saya terlahir dengan watak yang kurang dewasa (mungkin). Namun ada satu ketika dalam kehidupan saya seperti dijatuhi oleh bom nuklir. Bom ini bak tamparan keras selama saya hidup. Tak perlulah saya menceritakan detail apa yang saya alami pada saat itu (maybe someday). Intinya pada saat itu saya merasa bahwa titik kedewasaan saya secara natural keluar. Mungkin bisa dibilang tuntutan untuk menjadi dewasa atau terpaksa harus dewasa. Sikap legowo dan berani mengambil keputusan untuk diri saya sendiri pastinya tak mudah dilakukan di usia muda. Hal ini yang secara pribadi saya sebut dengan dewasa karena tuntutan keadaan. 

Sekilas cerita di atas hanya sedikit dari sisi kedewasaan saya. Ini berarti saya menyadari bahwa kedewasaan tak selalu menyertai saya dalam semua hal (Atau mungkin salah saya yang salah mengartikan tentang kedewasaan itu sendiri ya?  Hmm) 

Bagaimana sih seorang seseorang bisa dikatakan dewasa?  

Menurut saya orang dewasa adalah mereka yang, 
1. Mampu mengendalikan emosi dengan baik 
2. Mengambil keputusan dengan tepat dan bijaksana 
3. Segala sesuatunya dipikirkan dengan matang 
4. Slalu memikirkan resiko dari apapun yang mereka lakukan 
5. Tidak egois serta memikirkan kepentingan orang lain
Travelleap.com
Saya menulis ini sebagai reminder untuk diri sendiri sebenarnya di bertambahnya usia saya yang semakin menua ini saya rasa masih banyak masih kekanak-kanakan yang tak mau lepas dari diri saya namun saya telah belajar untuk menjadi dewasa ya saya menua tapi belum tentu dewasa untungnya saya ingin jadi lebih dewasa. Karena untuk menjadi dewasa kita sendiri yang memilihnya dan kita sendiri yang harus berusaha

Kenapa tema tentang kedewasaan ini ingin sekali saya bahas?


Dari merasakan dan menyaksikan kehidupan sekitar, saya menyadari bahwa benar-benar usia ataupun angka tidak menentukan kedewasaan seseorang. Fakranta,  sering saya temui orang-orang yang usianya lebih tua dari saya ternyata masih mempunyai sifat kekanak-kanakan misal benar-benar seperti tidak mempunyai tujuan dan tanggung jawab akan perbuatan-perbuatannta. Perbuatan yang seenaknya dilakukan tanpa memikirkan resiko, serta orang-orang yang sering lari dari tanggung jawabnya. 

Adapun orang-orang yang tidak mampu mengambil keputusan bagi dirinya sendiri juga sering saya temui pada usia mereka yang sudah beranjak menua.  

Sebaliknya, sering saya temui orang-orang yang usianya di bawah saya ternyata mempunyai pemikiran dan perilaku yang lebih tertata rapi dan lebih terstruktur. Bahkan mampu mengambil keputusan dengan tepat untuk dirinya dan juga mampu serta mampu mengendalikan emosinya. 

Based on true story,  bagi saya yang sudah menginjak usia 26 ini bahkan juga terkadang merasa masih susah loh untuk menjadi dewasa. 

Memang benar kok kedewasaan itu merupakan sebuah pilihan. Tinggal kita siap atau tidak dengan konsekuensi atas pilihan kita tersebut. Pada dasarnya kedewasaan pasti akan mengantarkan kita ke dalam hal-hal yang lebih baik untuk diri sendiri tentunya dan juga unuk orang sekitar. 

NOTED: Saya masih belajar untuk menjadi lebih dewasa.  :)

2 komentar:

  1. Saya juga padahal umur makin tua setiap hari, tapi kerasa masih muda aja :D hehe
    Dewasa memang susah ya

    BalasHapus