Minggu, 25 Maret 2018

Tak bisa dipungkiri mendapatkan gaji atau salary yang besar merupakan harapan semua orang atau pekerja atau karyawan. Namun keinginan memperoleh gaji yang sepadan bahkan besar ini tentu harus dibarengi dengan skill dan kemampuan kerja yang baik. Jangan sampai berharap gaji yang besar saat pengalaman atau skill masih begitu-begitu saja. Tentu perusahaan mempunyai kriteria-kriteria sendiri untuk atau menerapkan gaji bagi setiap calon karyawannya perusahaan juga pasti berpikir balik dari calon karyawannya yang bisa diambil manfaat untuk kemudian diberikan salary yang setimpal.

Lebih Mudah Diterima Kerja Dan Gaji Bisa Lebih Tinggi Jika Mempunyai Sertifikat Brevet Pajak? Masa sih? Yuk Kenali Lebih Jauh Dulu  Tentang Brevet Pajak

Sudah tahu kan kalau kita memiliki sertifikat-sertifikat tertentu akan menimbulkan nilai plus di mata para direksi perusahaan. Tentu hal ini sangat diinginkan oleh para job seeker. Kalau kata saya beberapa sertifikat akan menaikkan harga kita di mata perusahaan tempat kita interview, namun perlu diketahui bahwa tidak semua sertifikat menimbulkan efek yang baik di mata perusahaan. Kali ini saya akan membahas salah satu sertifikat yang sudah banyak diketahui memang menjadi nilai plus bagi pemiliknya serta banyak dicari oleh perusahaan perusahaan. Sertifikat ini adalah sertifikat brevet (a dan b)
Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa menaikkan standar gaji kita di mata perusahaan, misalnya: 
1. pengalaman kerja bank job job desk yang jelas
2. sertifikat
3. skill bahasa

Pajak adalah salah satu sumber pendapatan negara. Ada banyak macam pajak yang ditarik oleh pemerintah kepada wajib pajak entah itu wajib pajak orang pribadi maupun wajib pajak badan.

Begitu luas pembahasan tentang pajak dan hampir seluruh aktivitas perekonomian dan hal-hal yang berbau perdagangan ataupun penghasilan pasti ada kaitanya dengan pajak. Karena itu ilmunya pun tak ada habisnya. Update ilmunya tak pernah berhenti hampir selalu ada yang baru pada setiap tahunnya. Job yang berhubungan dengan pajak pun selalu terbuka dan sangat banyak jumlahnya kan orang yang menguasai pajak karena pajak memang membutuhkan pemahaman yang khusus. Untuk itu sebenarnya peluang untuk bekerja di bidang perpajakan sangatlah bagus dan menjanjikan.

Tersebut di atas menjadi salah satu alasan saya kenapa akhirnya memutuskan mengikuti kursus atau les brevet pajak pada akhir tahun 2016 sampai pertengahan tahun 2017 kurang lebih kurang 6 bulan. Saya sadar bahwa pajak mempunyai posisi yang lumayan vital di perusahaan karena berhubungan dengan pelaporan wajib yang harus dilaporkan kepada negara pada tanggal tanggal tertentu yang telah ditentukan.

Meski saya bukan berasal dari jurusan pajak saat kuliah, namun belajar dan mendapatkan sertifikat brevet pajak saya yakini sebagai investasi dan tabungan untuk bekal jika ingin pindah dan cari pekerjaan lain. Apalagi pekerjaan saya yang selama kurang lebih 6 tahun ini berkecimpung di dunia accounting sebagai staff yang erat sekali kaitanya dengan perpajakan. Saya rasa akan menjadi nilai plus sendiri bagi saya apabila saya menguasai akuntansi namun saya juga mengerti tentang pajak. Ada yang sepaham?
Apa itu brevet pajak?
Kebanyakan orang mungkin hanya mengetahui pajak seputar PPn dan PPh atau mungkin pajak restoran saja. Intinya tak semua orang tahu bahwa pajak atau iuran wajib yang ditarik pemerintah kepada warganya terdiri dari bermacam-macam jenis pajak.

Dalam mengikuti les brevet pajak kita akan mempelajari segala macam jenis pajak dan mengaplikasikan. meskipun saya merasa waktu sekitar 5-6 bulan tidak benar-benar cukup untuk mempelajari semua jenis pajak tersebut. Akan tetapi lumayan lah ilmu yang bisa kita ambil dari les brevet ini. 


Apa saja yang dipelajari selama mengikuti les Brevet Pajak?

Berdasarkan pengalaman mengikuti Les Brevet pajak di IAI jatim, berikut adalah materi yang saya dapatkan:

Lebih Mudah Diterima Kerja Dan Gaji Bisa Lebih Tinggi Jika Mempunyai Sertifikat Brevet Pajak? Masa sih? Yuk Kenali Lebih Jauh Dulu  Tentang Brevet Pajak

BREVET A:
1. KUP atau Ketentuan Umum Perpajakan
2. PPN dan PPnBM
3. PBB, Bea Materai, dan BPHTB
4. PPh Orang Pribadi ( PPh OP)
5. Akuntansi Perpajakan

BREVET B
1. KUP atau Ketentuan Umum Perpajakan
2. PPN dan PPnBM
3. PPh Badan 
4. PPh Pemotongan dan Pemungutan. 
tambahan: E-SPT

note: didalam PPh, macemnya banyaaakkkk kaliiiiiiiiii LOL.

Lebih Mudah Diterima Kerja Dan Gaji Bisa Lebih Tinggi Jika Mempunyai Sertifikat Brevet Pajak? Masa sih? Yuk Kenali Lebih Jauh Dulu  Tentang Brevet Pajak


Baca juga : Bingung Nyari Tempat Kursus Brevet Pajak? di IAI aja!! 

Manfaat brevet pajak dan siapa saja yang bisa memanfaatkannya?
Ada beberapa hal yang saya amati dan cari tahu dari banyak sumber secara langsung dan tidak langsung, seperti manfaat yang didapat setelah mengikuti Brevet Pajak (sesuai kepentingan masing-masing). Jadi siapa dan manfaat apa saja yang bisa diambil dari mengikuti les brevet pajak. berikut saya rangkum beberapa diantaranya:

1. Untuk fresh graduate
beberapa teman les saya adalah kebanyakan dari fresh graduate atau yang sedang menjalani perkuliahan di semester-semester akhir. Fresh graduate ini biasanya mengambil kelas les brevet pajak untuk mendapatkan tambahan ilmu dari apa yang sudah ia pelajari di kampus. Kebanyakan dari jurusan akuntansi dan perpajakan bahkan manajemen yang mengiuti brevet pajak ini.

Tujuan utama nya biasanya sebagai bekal nantinya saat akan mencari dan mendaftar pekerjaan di perusahaan-perusahaan tertentu. Untuk dijadikan nilai plus sekaligus kemungkinan mendapat gaji lebih dari orang yang tidak mempunyai sertifikat brevet pajak.

2. Untuk para karyawan
Untuk para karyawan biasanya alasan mengikuti brevet pajak adalah untuk kebutuhan perusahaan atau agar sesuai dan lebih paham perpajakan guna menunjang kinerja mereka di perusahaan.

Fyi, saya juga seorang karyawan dan alasan saya mengikuti les brevet pajak adalah karena saya sadar bahwa kepentingan dan ilmu perpajakan dapat dipakai dan digunakan dimana saja. Mungkin nanti saya ingin pindah tempat kerja, saya rasa bekal pengetahuan pajak ini akan berguna di masa depan nanti. Hehe dan juga tentu saya berharap mendapat gaji yang sesuai pula karena saya mempunyai bekal lebih.

Fyi lagi, saat saya masuk ke perusahaan sekarang saya bekerja pun saya merasa betruntung diterima karena saat saya diinterview dan ditanya apa punya sertifikat brevet saya menjawab “saya sedang mengikuti les brevet pajak A dan B di IAI”. Meskipun waktu itu sertifikat saya belum keluar, tapi saya rasa hal tersebut juga dijadikan pertimbangan sehingga akhirnya saya diterima. Alhamdulilah.

3. Untuk Top Management 
Untuk karyawan level manager atau supervisor atau top managemen biasanya mengikuti les brevet ini untuk lebih memahami sistem perpajakan yang harus diikuti oleh perusahaan mereka. Hal ini dilakukan agar bisa mengendalikan sistem perpajakan yang akan dilakukan perusahaan tersebut. 

4. To be a Tax Consultant
Menjadi konsultan pajak memang pekerjaan yang sangat keren sekali ( minimal menurut saya. Hehe). Namun untuk bisa menjadi seorang konsultan pun tak mudah. Akan ada serangkaian tes atau ujian seperti USKP untuk akhirnya layak disebut sebagai konsultan atau bisa bekerja di kantor konsultan. 

Nah, les brevet pajak ini akan membekali kalian dengan paket ilmu perpajakan yang tentunya akan bermanfaat untuk nantinya bekerja dikantor konsultan pajak atau sebagai konsultan pribadi. Kursus brevet pajak juga melatih agar kita siap dalam menghadapi USKP.

5. Untuk Wajib Pajak Orang Pribadi
Untuk orang biasa yang termasuk dalam wajib pajak orang pribadi tentu juga harus tau tentang pajak dan bagaimana pelaporan serata perhitungan pajak itu sendiri. So, brevet pajak akan memberi tahu wajib pajak tersebut banyak hal bahkan lebih dari kebutuhan mereka.

Lembaga penyelenggara les brevet pajak?


Sebenarnya ada banyak lembaga yang menyelenggarakan les brevet pajak. Namun saran saya pilihlah satu yang cukup mempunyai nama dan kredibel dalam bidangnya. Agar menjamin bahwa sertifikat yang kalian dapatkan nantinya bisa benar-benar mengangkat dan juga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Karena akan sangat mubazir sekali apabila sudah membayar mahal mahal namun sertifikat yang kalian dapatkan tidak begitu diakui di dunia luar.

IAI atau ikatan akuntan indonesia merupakan salah satu lembaga yang mempunyai kredibilitas yang baik dalam menyelenggarakan les brevet pajak ini.
Biaya kursus atau les brevet pajak? 
Biaya untuk mengikuti brevet pajak ini memang terbilang mahal, apalagi jika les diambil di lembaga yang kredibel seperti IAI. Pengalaman saya mengikuti brevet di IAI,  biaya yang dikeluarkan sekitar Rp3.200.000. 

Pembayaran bisa dicicil 3x dan harus lunas sebelum masa pendidikan di mulai. Kemudian kita juga dapat banyak fasilitas seperti print out makalah dan buku 2 buku paket super gede dan tebal.  
Lebih Mudah Diterima Kerja Dan Gaji Bisa Lebih Tinggi Jika Mempunyai Sertifikat Brevet Pajak? Masa sih? Yuk Kenali Lebih Jauh Dulu  Tentang Brevet Pajak
Informasi lebih lengkap tentang brevet pajak di IAI atau Ikatan Akuntan Indonesia bisa dilihat disini. BREVET PAJAK IAI JATIM

Kenapa mempunyai sertifikat brevet pajak bisa lebih mudah di terima kerja dan bisa menaikkan standar gaji kita?

Fakta di lapangan memang terbukti jika banyak managemen atau perusahaan yang menganggap bahwa memiliki sertifikat brevet pajak merupakan suatu kelebihan dan nilai plus bagi para calon pekerja.  Tak percaya?  Lihat saja lowongan-lowongan di media-media penyedia lapangan kerja seperti jobstreet, karir.com dan sebagainya. 

Untuk accounting, apalagi bagian pajak misalnya, kebanyakan mencantumkan kepemilikan sertifikat brevet pajak akan menjadi nilai plus. Atau bahkan langsung mensyaratkan harus mempunyai sertifikat tersebut. Kalau tidak mencantumkan pun, saat interview bisa jadi kalian diberi pertanyaan apakah mempunyai sertifikat tersebut, kemudian ditanyakan dari embaga mana dan bla bla bla lainnya. Pertanyaan pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan kok. Karena memang saat kian memiliki sertifikat nya kalian akan berada satu tingkat diatas teman kalian atau lawan kalian saat melamar pekerjaan.  

Belum lagi jika sertifikat ini kalian sertai dengan pengalaman yang bisa dibilang cukup. Insyaalloh jalan akan terbuka lebar.  

Jadi, itu aja yang bisa saya sharing tentang brevet pajak. Saya juga masih terus berjuang buat lebih baik nantinya. Tetep semangat yaa, yakini usaha tak akan menghianati hasil :)

Lebih Mudah Diterima Kerja Dan Gaji Bisa Lebih Tinggi Jika Mempunyai Sertifikat Brevet Pajak? Masa sih? Yuk Kenali Lebih Jauh Dulu  Tentang Brevet Pajak

Terimakasih

RINI NOVITA SARI


18 comments:

  1. wah wah, saya aja ga tau nih yang begini, hahaa, meskipun teman-teman sebelah (sewaktu kuliah di stan) mereka ambil jurusan pajak.

    eh, btw saya skrng kuliah d3 perpajakan di UT, kementerian mewajibkan pgawainya untuk sekolah lagi biar grade dan golongannya ga mentok, yahh kalau mentok artinya gaji juga mentok, ahhaha

    ngomongin soal pajak, memang luas sekali, ini saja masih awal2 kuliah seester 1 belum ketemu sama pajak, tapi udah pusing duluan. sebenarnya karena udah kelamaan kerja, jadi kuliah malas

    berarti udah dapat sertifikat dong sekarang? apply ke pekerjaan lain aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mentor ku di IAI itu kebanyakan lulusan dari sekolahmu kok mas. Yg ciamik ciamik itu. Hahaha.

      Semangat mas buat study lanjuatnnya. Iya emang harus berlanjut biar fag stuck gajinya .hehe

      Aku belum ni mas bru tertolong buat masuk ke kantor baru ini. Luamayan lah. Berkat sertifikat tapi ga ditempatkan di pajak nya juga. Hehe

      Moga tahun depan bisa lompat ke yg lain lagi. Yg lebih baik. Aminnn.

      Hapus
  2. Nice posting .. Bikin yg blm kursus pajak jadi segera pengen punya sertifikatnyaa .. Bener juga tuh sangat bermanfaat sekali brevet pajaknya apalagi buat kayak aku yg ga seberapa paham ttg pajak alias udah lupa 😂😂
    Sulit ga mba rin brevet pajak ? Eitss kayaknyaa aku uda tau jawabannya .. Mbak rini pasti the best lah pokoknyaa cewek smart bgt idolaa 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha aku juga kesulitan emma. Tibakno pajak beneran susah yaa.. Wkwkwk. Aku ada yg dapet C juga ujiannya.wkwke

      Hapus
  3. Ternyata dengan adanya sertifikat brevet pajak jadi bisa naikin gaji ya mba, wah keren ya,
    Mba udah punya, waduh mantep mba ��

    BalasHapus
  4. numpang tyak mbak, klau brevet di iai sertifikaty dikasih nilai gak misalnya nilai kita b atau a atau hanya ditulis lulus ? soaly bulan ini mau ambil brevet pajak ab di iai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikasih nilai kok mbak di sertifikatnya.. A b c A+ dll gitu. Semangat mbak belajar brevet nya :)) daftar di IAI mana?

      Hapus
  5. Ka mau tanya untuk biaya yg di keluarkan, itu 3,2 juta sampai lulus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali say . Sampai lulus. Sudah dapat semua fasilitas seperti buku panduan yang tebal2.. Trus print out materi dll juga kok. . Seinget saya ga ada biaya tambahan lagi selain 3,2.

      Hapus
  6. Kalau nilainya ada yang c berpengaruh ga kalau mau cari kerja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ada nilai c satu hhe . Untungnya saya udah kerja . Tapi tergantung c nya di bab apa mungkin ya. Berhubungan sama temat kerja yg mau dilamar enggak .

      Saran saya klo ada C di remidi aja. Soalnya soal remidi lebih gampang dri soal ujiannya . Saya aja nyesel ga ijut remidi. Hihu.

      Hapus
  7. Mba saya mau tanya pendapat, apa selain jurusan akuntansi, perpajakan, dan manajemen boleh kah mengikuti les brevet ?
    kebetulan saya jurusan adm publik tp selama ini bekerja sebagai admin finance. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjawab pertanyaan mbak/mas .
      Semua jurusan bisa mengikuti les brevet mbak. Karena kebutuhan org akan perpajakan kan berbeda2. Dlu saya sekelas sama org IT juga.

      Apalagi mbak kerja di adm finance . Tentu diperbolehkan mbak/mas .
      Makasih.

      Hapus
  8. apakah peyelenggaranya harus daerah jawa knpa jarang di daerah lain ya seperti pulau batam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cabangnya sudah banyak kak tapi untk semua daerah miungkin belum . Tapi IAI termsuk yg paling banyak penyebarannya . Coba cekdi website nya iai kak.

      Hapus
  9. Terima kasih infonya mba. Saya jadi semakin mantap buat ikut brevet pajak. Biaya kursusnya emang lumayan, tapi saya anggap ini investasi sih jadi ga terlalu riskan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak. Insyalloh ilmu pasti slalu jadi investasi . Suatu saat pasti ada manfaatnya . Termasuk brevet dan sertifikat nya ini kak. Saya udah dpt manfaat dr brevet ini kak alhamdulillah

      Hapus

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes