4 Alasan Untuk Tetap Menulis Meski Sepi Pembaca

Menulis adalah kegiatan mengubah bentuk apa yang otak bicarakan ke dalam tulisan. Sebenarnya apa tujuan saya menulis?  Apa benar untuk menyampaikan informasi? atau sekedar sharing? atau berbagi tips? Atau kegiatan sia-sia semata?


celotehdinihari.com

Mungkin blog saya terlihat sangat receh dibandingkan dengan blog blog lain yang ada di luar sana. Akan tetapi saya berhak menentukan apa tema dan isi dari blog yang saya sendiri yang saya bangun sendiri dari 2012 lalu.

Saya bukan orang yang jago dan mahir dalam dunia penulisan bahkan bisa dibilang saya penulis awam yang abal-abal ya. Selain karena random nya tema yang ditulis, saya juga hanya hanya sesuai apa yang terlintas di kepala seketika itu. 

Kadang tidak memikirkan target siapa yang membaca, target biar pengunjung blog banyak dan lain sebagainya. Hanya menuang apa yang otak bicarakan ke tombol-tombol hitam pada keyboard. Tak jarang bahasa yang saya tulis juga asal-asalan, kurang rapi dan saya enak sendiri. Meski beberapa teman bilang itu bukan karakter yang buruk dan bisa jadi salah satu ciri khas tapi tetap kadang saya berpikir bahwa saya adalah bad writer ever.  Hehe

Meski begitu beberapa bulan terakhir saya benar-benar belajar bagaimana cara menulis yang baik sehingga lebih enak dibaca. Meski tak merubah tujuan saya bahwa saya menulis minimal untuk diri saya sendiri. 

Mendapatkan pengunjung yang banyak membaca artikel yang melimpah mungkin adalah salah satu tujuan utama para blogger. Pun saya sekarang, akan tetapi saya juga akan bersiap apabila ternyata artikel yang saya publish tidak semuanya ramai pengunjung.

Meskipun sesekali sepi pengunjung faktanya saya akan tetap menulis artikel satu demi satu. Kurang kerjaan sekali kesannya saya ya. Hehe. Makanya saya menulis minimal untuk diri saya sendiri. Bersyukur sekali jika ada orang lain yang membaca atau berkenan membaca atau mengambil manfaat dari apa yang saya tulis. Kalau tidak pun saya akan berbesar hati karena saya mempunyai alasan kenapa saya tetap menulis seperti yang akan saya bahas di bawah ini yuk simak.

1. DENGAN MENULIS UNEK-UNEK DAN APA YANG TERLINTAS DI OTAK TERSAMPAIKAN.  
Tulislah tema apapun selagi tak merugikan siapa-siapa. Saya tidak bisa menulis hal-hal yang fiktif. Imajinasi Kurang tinggi jadi tidak bisa menulis hal-hal yang tidak real dialami sendiri atau hal-hal yang tidak terjadi di sekitar. 

Meski saya sadar kelemahan saya, saya tetap ingin menulis apapun yang ingin saya tulis. Terlepas orang lain akan suka saat membaca membacanya atau tidak, minimal setiap apa yang saya tulis bisa mewakili unek-unek di kepala. Daripada tidak tersalurkan dengan baik ya kan? Jadi saya anggap apa pun yang ada di blog saya adalah salah satu bentuk refreshing pikiran.


Terkadang hal yang ditulis berupa nasihat secara tidak langsung untuk diri sendiri dan orang lain yang tidak bisa diungkapkan secara langsung. Dengan menulis unek-unek tetap tersampaikan tanpa menyebut bukan subjek yang terlintas saat kita menulis.

2. TULISAN MERUPAKAN SALAH SATU BENTUK PENGHARGAAN PADA PIKIRAN
Otak manusia terkadang bekerja sangat cepat saat memikirkan hal-hal tertentu. Pikiran-pikiran spontan pun terkadang muncul secara luar biasa namun terlewat begitu saja. Setelahnya kita lupa karena rutinitas dan polemik-polemik yang tak kunjung henti tiap hari. Sayang sekali saat pikiran-pikiran yang bagus dan cemerlang serta ide yang hebat terlewat begitu saja tanpa apresiasi sedikitpun.

Saya yakin banyak dari kalian yang ingin menulis apa yang terlintas di pikiran hanya saja tak tahu caranya bingung memulainya. Sama halnya kalian membuat status pada sebuah atau semua recent update Social Media sebenarnya.  Yang kadang keluar kata-kata memotivasi diri sendiri dan orang lain, mengeluarkan kata-kata bijak bahkan ungkapan galau sekalipun. Apa bedanya? Paling hanya jumlah kata. Toh kadang kita kalau menulis status juga pengennya selalu bertubi-tubi dan berkali-kali dengan tema yang sama sama. Tapi kan takut dibilang alay. LOL.

Daripada terkesan lebay kan mending merangkai dalam satu tulisan. Mungkin akan lebih tersampaikan dengan baik. Terlepas tulisan kita mau banyak dibaca orang atau tidak, seenggaknya apa yang ada di kepala lebih lega karena telah disalurkan dalam rangkaian kata.


3. MENULIS UNTUK MENGISI WAKTU LUANG 
Untuk  unprofessional writer seperti saya ini, menulis memang tidak ada di deadlinenya. Menulis juga sesukaannya. Ketimbang waktu kosong sekedar diisi dengan molor, main game (meskipun saya jarang nge-game), buka akun gosip tiada henti (saya banget), buka YouTube sampai kuota jebol,  jadi ya emang  mending diisi buat buka blog trus nulis kata satu demi satu sih. Hehe

4. MENULIS UNTUK MEMOTIVASI DIRI SENDIRI 
Saya pernah berada dalam situasi situasi sulit yang menyedihkan serta kegagalan. entah itu dari masalah keluarga, hubungan antar manusia, pendidikan dan lain sebagainya. Mungkin tidak secara detail cerita saya akan saya sampaikan dalam tulisan, namun pemikiran-pemikiran positif yang ingin saya tulis. Hal ini secara langsung dan tidak langsung akan menguatkan hati dan pikiran sendiri untuk kemudian lebih cepat iklas dari kejadian-kejadian yang sudah terjadi. Syukur-syukur ada orang lain yang juga mendapat hal yang positif dari apa yang saya tulis. Kalau tidak pun minimal saya sendiri yang menjadi lebih positif.

Jadi masih mikir nggak mau nulis karena takut dan khawatir tidak ada seorang yang mau membaca? Saya jawab tidak. Karena saya masih punya alasan-alasan lain Kenapa saya masih mau menulis di dalam postingan blog saya ini.






Terima Kasih



Rini Novita Sari

15 komentar:

  1. Inspiratif banget gan..
    Artikel agan membuat saya sadar bahwa inilah postingan yang disebut konten, bukan bajakan dan sangat punya sebuah tujuan.

    Kalau saya sendiri males update post sepanjang ini, enaknya tinggal reading (gue banget)

    Ditunggu unek-unek selanjutnya gan�� (yg greget ya)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah mas Budi bisa aja. Ini mah bukan konten mas. Ini selingan buat menyemangati diri sendiri. Wkwkwk

      Benar bukan bajakan tapi manfaatnya kan gag seberapa. Ekeke. Jauh lah sama mas Budi. Ajarin saya mas. Hehe

      Makasih btw. Met aktivitas :)

      Hapus
  2. Pembaca mah serahkan saja pada dunia..
    yang penting niatnya berbagi..

    Siapa tau bisa membatu yang lain ntar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas.. Niatnya berbagi.. klau gag berguna buat orang lain minimal buat sendiri. Aminn :)

      Hapus
  3. Semua point saya banget, tidak jago menulis tapi kadang menulis untuk kesenangan diri sendiri.
    Terima kasih untuk tulisannya Mbak, mengingatkan kembali kalo menulis itu memang untuk membebaskan pikiran di otak tertuang dalam bentuk tulisan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah makasihh lohhh mbakk. Alhamdulillah ada yg setuju juga dama tulisan sy yg receh ini ya :)

      Karena otak terlalu penuh sesak jika semua pikiran dan memory diisimpan dan dipasrahkan disana aja mbak.. :)

      Hapus
  4. Saya merasa banget di awal-awal ngeblog dulu, tak ada yang baca. Tak ada yang komen. Saya tidak merasa perlu ikut komunitas dan ngeshare kemana-mana. Blogwalking pun tidak kenal. Yang saya tahu, cuma nulis dan post. Sudah diam aja, nggak ada interaksi di dunia maya. Semakin kesini, saya percaya tulisan saya pasti menemukan pembacanya. Meski sekedar curhat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepaham sama mbaknya..
      Kebanyakan oenukis artikel dan blogger cewek memang gitu ya mbak. Ada unsur curhatnya. Tapi ada juga share informasinya..

      Semangat bareng mbak!! :)

      Hapus
  5. suka banget! :)
    sepakat banget sama artikelnya. aku sendiri nulis biar jadi pengingat seandainya suatu saat lupa sama pengalaman yang udah-udah.:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan cewek gtu ya kalau nulis mak. Lebih ke memory, pengalaman pribadi smaa pemikiran yg ada di kepala.. Kebanyakan sih ndak semua.. Hehe..

      Salam kenal mbak nulisnya..

      Hapus
  6. Tambah satu lagi mba "Tetap semangat menulis, karna menulis juga bisa menghasilkan uang" hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini yang komen yang udah dapet byk uang dri tulisan nih. Hehe..

      Iya bener mas uang jadi penyemangat. Hehe

      Hapus
  7. Couldn't more agree. Tambahan mba, siapa tahu di luar sana ada yang terinspirasi dengan tulisan kita untuk berbuat kebaikan. Kan jadi pahala :D

    BalasHapus
  8. Ada teman juga yg mikir beginian, toss mbak. Semua tulisan akan menemukan jodohnya sendiri. Entah kapan, hehehe...

    BalasHapus