Selasa, 03 Oktober 2017

KEPO

KNOWING.EVERY.PARTICULAR.OBJECT

kepo

Istilah KEPO mulai merebak semenjak sosial media berperan besar dalam kehidupan manusia. Sebenernya sikap KEPO itu wajar sih. Mengingat rasa penasaran itu kan salah satu sifat dasar manusia sejak lahir. Ya gag seehhhh???. Tapii...............seperti biasa, semua yang berlebihan jatuhnya kurang baik, dan rasa-rasanya istilah kepo emang ditujukan untuk rasa ingin tahu yang berlebihan deh (mikir). Rasa penasaran harusnya bisa dikontrol, karena saat loss controll lama-lama terkesan ‘nggilani’ (yang nulis ini biasanya juga nggilani). gag bisa ngontrol ini misalnya ingin tahu urusan orang terus menerus, bukan wilayahnya tapi dia pengen masuk terus kesitu, gag ada kepentingan tapi seakan-akan jadi urusan dia.  Well, selama gag bikin risih orang lain yaaa.... (catet, #remembertomyself)

Pernah denger istilah KEPO-LAH PADA TEMPATNYA???
Sikap KEPO seperti diua sisi magnet ya, ada positif dan negatifnya. KEPO akan menjadi positif saat digunakan untuk mencari tahu suatu kebenaran tentang apapun atau tentang masalah seseorang dengan tujuan yang baik, misal nih rasa ingin tahu sama pasanganmu (secara wajar) akan membuat hubungan mungkin lebih harmonis, lebih saling ingin tau satu sama lain, lebih sama-sama ngerti juga kan. Dan KEPOakan menjadi negatif saat KEPO sudah melampaui batas sehingga merugikan dan mengganggu satu pihak. INGET! Pihak itu gag melulu pihak luar atau orang lain. Kadang kita lupa saat kita KEPO bisa jadi kita sendiri yang dirugikan. Contoh kecil misal kamu masih ngepoin mantan pacar atau mantan gebetan atau pacar mantan yang hasilnya berujung ketidakpuasan sehingga kamu akan sedih berlarut, susah move on, dan lain sebagainya. Lebih parah, bakal muncul penyakit hati bernama iri dan benci akan kebahagiaan orang lain.

KENAPA KEPO??
Kalau kata psikolog M. Farouk Radwan, kepo bisa disebabkan beberapa hal, misal.
1.  Ingin diakui
2. Ingin berempati
3. Ingin terlibat
4. Ingin mendapatkan informasi
5. Ingoin akrab

See? Kalau dilihat dari pemicu-pemicunya sebenernya wajar dan positif kok, tapi sekali lagi, saat dilakukan berlebihan makan kesan positif pasti memudar.

HATI-HATI, KEPO BISA JADI PENYAKIT HATI DAN JIWA (PSIKOLOG)
Kenapa bisa separah itu? Gag perlu jadi psikolog dulu deh buat jadi sadar tentang hal ini. Cukup dengan sadar dan mikir sendiri aja, LOL. Kepo kadang memang terkesan negatif dan kurang bermanfaat. Kepo bisa menimbulkan obsesi berlebihan pada suatu hal. Sadar gag? Sekali kita kepo kita akan selalu mencari tahu terus menerus, berselang hari dan begitu terus gag ada puasnya. Apalagi kalau hasilnya berujung kekecewaan, sakit hati, sedih dan hal hal buruk lain yang bsia menurunkan semangat dan pola pikir positif kita, bahkan sampai terlihat dan melakukan hal hal konyol lain. Mirisnya, kepo sendiri cukup menyita waktu sehari-hari kita. Mengganggu fokus dan aktivitas kita sehari-hari. Lupa atau mengganggu waktu belajar, waktu kerja, makan dan lain-lain.


JANGAN KEPO NANTI GALAU.
Nah ini nih yang sering kejadian. Masih bikin galau tapi kepo masihhhhh aja dilanjutin mulu. Konyol yaaaa... mbok ya doing something yang lebih memotivasi diri biar cepet bangkit. Kok ya seneng banget berlarut-larut sama hal hal yang bikin down diri snediri. Hmmm hmmm hmmm...

SAAT KITA KEPO
Seperti yang sudah ditulis diatas, kepolah pada tempatnya :P , kepolah sewajarnya. Kalau gag bisa ngendaliin diri, jangan deh kepo kepo. Kepo itu kayak candu, bikin ketagihan. Kepolah tanpa mengganggu orang lain. Kepolah tanpa merusak pikiran sendiri. Kepolah pada batasannya. Karena kenyataan tak selalu selaras dengan keinginan (eaakk). yang terpenting, belajarlah menerima kenyataan semanis atau sepahit apapun itu.


Sekian random blogging nya... thankyou and see yaaaaaa....
@rinie_noe



picture source: https://nikodemusoul.wordpress.com/2013/10/04/what-is-kepo/

1 comments:

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes