City of Hero, Surabaya dan Saya Disana

Taken from Royal Plaza's parking area

6 Tahun lalu, di kota ini. di salah satu kota terbesar di republik ini. Seorang gadis belia memutuskan dan memulai mengadu nasibnya

Dikota ini, harapan baru dimulai, mengubur perlahan harapan yang telah dipupuk perlahan sejak beberapa tahun silam.

Tak mengapa, mungkin ini kehendak-Nya. Pasti ini jalan dari-Nya. Dalam pribadi yang belum terlalu dewasa untuk menerima keadaan yang begitu sulit, aku bertahan.

Perlahan aku sadar, beberapa hal memang tak bisa kita paksakan sesuai keinginan. Tuhan selalu punya cara untuk menguji dan menguatkan hamba-Nya.
Tuhan selalu punya alternatif jalan untuk hamba-Nya yang tak pernah berhenti berserah.

Dan sekarang, banyak syukur yang bisa terucap dari mulut seorang wanita yang beranjak ke usia setengah abad. Banyak hal yang kurang, banyak hal yang belum tercapai. Tapi apa harus terbelenggu kedalamnya. Jadikan motivasi? ya. Tapi bukan jadikan alasan mengurangi syukur setiap harinya.

Entah sementara atau selamanya berjuang di Kota ini, biar nanti saya berdiskusi dengan Tuhan. :)


Teruntuk siapa saja yang masih berjuang (termasuk saya). Jangan berhenti! sampai Tuhan bilang "stop, cukup sampai disini". Wajar saja kalau gagal, dan harus berjuang lagi. Bukankah kodrat manusia untuk terus bergerak dan berjuang. Kalau mau diam saja, kenapa tak berdoa Tuhan merubahmu jadi Pohon yang diam saja di tepian jalan. Setidaknya mereka masih ada manfaatnya buat kehidupan.

Terimakasih Surabaya untuk 6 tahun berjalannya.. untuk semua pahit, manis dan getirnya. untuk keindahan malam dan merajalelanya warung kopi full wifi di setiap sudut gang nya :))




@rinie_noe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar