Minggu, 18 Desember 2016

Graduation Day

Buatku kenangan dan pengalaman selalu jadi bahan tulisan yang menyenangkan. Terlepas dari manis atau pahit perihal keduanya tadi. Merangkai kata memang bukan jadi salah satΕ« keahlianku. Setidaknya aku hanya ingin bercerita. 

Banyak hal yang terjadi di 2016. Desember, penghujung tahun, as we know as the friday of the year. Aku cuma pengin nulis sesuatu yang menurutku pribadi bisa menjadi "best momment 2016". Dengan maksud menjadikan ini sebagai cerminan diri, seperti cermin yang merefleksikan masa masa yang pernah dialami. Mungkin saja, siapa tau, saat menua nanti dan terlintas membuka serta membaca blog ini kembali, akan ada secercah kenangan manis yang bisa mengguratkan senyum di kerutan pipi yang makin menjadi.

2016. 
Menjadi tahun dimana perjuangan selama 3,5 tahun menimba ilmu bisa dirayakan dengan kebanggaan dan kepuasan. Ya, wisuda. Graduation Day. Yap, aku seorang mahasiswa. Dan jugaaaaaaaaaaaaaa karyawan. It means uang yang aku dapatkan aku tukarkan dengan waktu dan ilmu di perkuliahan. Apa spesialnya? Apa bedanya?. yah, tentu beda. Tanpa menspesialkan diri sendiri, hanya bermaksud mengapresiasi tinggi untuk para mahasiswa yang belajar mandiri tanpa uang saku dari mereka yang menyayangi kami (re: keluarga, bapak, ibu).  Kalian hebat guys. Kalau mau di bahas perbedaannya ya pasti beda. Pagi kerja dari jam 08.00 sampai 17.00 dilanjutkan langsung aktivitas di kampus dari 18.00 sampai 22.30, pulang kuliah masih mikirin tugas kuliah lagi, belum lagi weekend yang belum tentu benar-benar kita nikmati sebagai weekend. Kalau kalian tahu serial televisi dengan judul "Dunia Tanpa Koma" yang dibintangi Dian Sastro, Tora Sudiro dan juga Fauzi Baadila, mungkin hampir sama. Sama-sama dikit waktu nyantainya. haha

Singkat cerita, usailah masa masa perjuangan tersebut di tahun ini, Perjuangan dari nabung buat uang masuk, buat spp, buat tes daftar masuk, buat mbagi waktu kerja kuliah dan seabrek tugas individu dan kelompoknya. Banyak hal yang bisa disyukuri dari moment ini. Aku pribadi belajar banyak hal. Dengan ini aku sadar bahwa setiap permasalahan idealnya bisa diselesaikan dengan usaha dan doa. Setiap cobaan yang diberikan Tuhan kiranya menuntun kita untuk lebih dewasa menghadapinya. Benar benar bisa dibuktikan kalau Tuhan selalu punya jalan yang berbeda untuk tiap hamba-Nya. Kalau dulu bapak gag sakit, kalau dulu aku kuliah dengan uang orang tua, merepotkan mereka lagi atau membebani kakak yang sudag terlebih dahulu mandiri kuliah sambil bekerja di Surabaya juga, kalau dulu aku gag mengalahkan ego saat lulus SMA dan gag jadi ke Surabaya untuk bekerja, mungkin Rini akan jadi pribadi yang sama saja seperti Rini kecil, yang biasa biasa saja. 

Masa masa terberat dan menerima kenyataan bahwa hidupku gag semulus teman teman lainnya sudah lewat. Berganti kemasa masa penuh syukur dan pembelajaran. Dan sekarang mulai beranjak ke masa masa pembuktian. Membuktikan pada diri sendiri bahwa aku mampu, bahwa gadis kecil bapak dan ibu ini bisa berdiri di atas kaki sendiri. Bisa sedikit demi sedikit membahagiakan dan membuat bangga kalian. Dengan di dapatnya gelar S1 Akuntansi juli kemaren serasa satu beban di pundak telah hilang, diganti dengan tanggung jawab yang lain. Salary kerja yang biasanya di alokasikan untuk perkuliahan pun mulai bisa dialihkan ke hal yang lain. Ini satu hal yang mungkin tidak bisa dirasakan anak anak yang kuliah pagi atau reguler yang alhamdulillah hidupnya masih bisa didanai orang tua atau keluarganya (itu berkah guys). Bisa kalian rasakan kelegaan dan kebahagiaan kami saat kami sudah tak perlu bayar SPP lagi. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ its amaze rasanyaaa.. Perkara waktu yang selalu aku ributkan pagi sampai malam sudah mulai "selow" sekarang. alhamdulillah.. 

Meskipun wisudan kemaren hanya didatangi oleh kakak perempuan yang sama mandirinya hidup disini karena bapak ibu gag bisa datang (bapak sakit stroke, ibu njagain). Tetap jadi moment yang menyenangkan. Foto wisuda aku dan kakak sudah terpasang dirumah dan bisa bapak ibu pandangi tiap hari. Meski bapak sakit, semoga senyum dan kebahagiaan kami selalu sampai dirumah kecil kami.

eh iyaa.. emang ya, satu hal sudah jadi kebiasaan emang susah untuk ditinggalkan. Terbiasa dengan rytme kegiatan di malam hari, sekarang pulang kerja kadang bingung di kos mau ngapain kalau gag ada temen yang ngajak main. Paling pol masa cuma chatting, scrolling sosmed, buka youtube dan lain lain. Begitu tiap hari jugangag baik. alhasil .. pengen cari kesibukan lagi buat malam hari. Baru baru ini aku dan kedua sahabat baiku selama kuliah memutuskan untuk mengikuti les Brevet Pajak di IAI Surabaya. Bukan sekedar sebagai pengisi waktu saja (karena biayanya juga gag sedikit) tapi juga kami ingin berkembang. Aku pribadi yang awalnya mengajak temen temen buat ikut ini pengen maju setidaknya dalam pengetahuan. Masa iya 5 tahun kerja di staff accounting tapi gag tau perpajakan. huhu. Dan, itu jadi salah satu resolusi di 2017 nanti. Dapat sertifikat. Amin. 

Yuhuuu... dan itulah rekap singkat dari best moment 2016. 
hahahha... maafken gag nulis best moment tentang kisah cinta atau asmara seperti yang lainnya. wkwkw. Kisahnya terlalu rumit meski gag serumit sinetron ala Indonesia. waahahahahhaah (heboh sendiri)

2016 tinggal hitungan hari, semoga bisa kita tutup dengan manisnya,, Jangan lupa belajar dari pengalaman, kata buku Sidu kan Experience is the best teacher ... *LOLπŸ˜„πŸ˜


Lulus Sidang Skripsi

Graduation Day

Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates & MyBloggerThemes